Wali Kota Surakarta Gibran Rakabamuning dan Wakil Walikota Teguh Prakosa melakukan mirer praja ke beberapa lokasi pada Jum’at (15/07/22) pagi.
Mider praja tersebut dimulai dari peninjauan SDN Sriwedari 197 Laweyan Kota Surakarta. Sekolah Dasar yang didirikan sejak tahun 1970 tersebut hanya menerima satu siswa baru pada tahun ajaran 2022-2023 dikarenakan sepinya peminat dan setiap tahunnya banyak warga bermigrasi, menjual tanahnya, dan memilih tinggal di pinggiran.
Faktor lain yang menyebabkan sepi peminat di SD tersebut karena orang tua lebih memilihkan anaknya di SD swasta.
Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa mengatakan bahwa nantinya dari pihak pemerintah akan mencarikan siswa, tetapi dari pihak sekolah juga harus mencari tenaga pendidik yang sesuai bidangnya.
“Nanti coba akan dicarikan siswa dan tenaga pendidiknya juga harus sesuai bidangnya, intinya terus mengajar terlebih dahulu” ujarnya.
Setelah mengunjungi SDN Sriwedari 197, Walikota dan Wakil Walikota meninjau area Semanggi terutama dikawasan bantaran sungai Bengawan Solo.
Mider praja kemudian dilanjutkan menuju Kuburan Mojo Kecamatan Jebres dimana beberapa masyarakat membangun tempat tinggal diatas lahan pemakaman.
Walikota Surakarta menyampaikan bahwa nantinya akan ada tindakan lebih lanjut dari pemerintah mengenai para warga yang telah dan akan membangun rumah diatas lahan tersebut.
“Nanti akan ada penertiban yang sudah terbagi perblog, yang jelas untuk para warga yang sedang atau setengah jadi bangunannya nanti akan diberhentikan terlebih dahulu dan untuk yang telah menempati lama nantinya akan kami carikan solusi terbaik” ujarnya.
Usai meninjau area Kuburan Mojo Kecamatan Jebres, Walikota dan Wakil Walikota melanjutkan Mider Praja menuju lokasi terakhir yaitu kawasan Solo Techno Park dimana nantinya area tersebut juga digunakan untuk venue Asean Para Games 2022 Solo cabor Tenis Meja.
Peninjauan tersebut mulai dari lapangan dan fasilitas untuk para atlit nantinya agar Asean Para Games 2022 dapat berjalan dengan nyaman, aman dan baik.