MELIHAT INDONESIA – Umat Katolik memiliki tradisi khusus dalam mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia. Doa-doa ini dipanjatkan tidak hanya untuk anggota keluarga atau kerabat yang sudah tiada, tetapi juga untuk jiwa-jiwa lain yang masih memerlukan doa, agar mereka memperoleh kedamaian dan keselamatan.
Doa ini mengandung harapan agar jiwa-jiwa yang telah pergi diberikan kedamaian di hadirat Tuhan. Kami telah merangkum beberapa doa Katolik untuk mendoakan arwah yang telah berpulang.
Doa untuk Arwah Katolik
“Bapa di Surga, kasih dan penyertaan-Mu takkan pernah pudar, dan pertolongan-Mu selalu hadir dalam setiap waktu. Namun kami sadari, hidup manusia di dunia ini terbatas oleh waktu yang telah Engkau tentukan.
Kami menyerahkan jiwa (sebut nama) ke dalam tangan-Mu, semoga ia berada dalam kedamaian abadi di sisi-Mu. Berikanlah kedamaian dan keadilan yang layak ia terima sesuai dengan amal kebaikannya di dunia.
Kami juga memohon, ya Bapa, agar Engkau penuhi hari-harinya di surga dengan sukacita dan kebahagiaan.”
Doa untuk Orang yang Meninggal
“Allah, sumber kehidupan segala makhluk, Engkau telah memanggil (sebut nama) dari tengah-tengah kami untuk kembali kepada-Mu. Kini ia berada dalam pelukan-Mu, tetapi kami tetap merasa bersatu dengannya.
Kami percaya bahwa kematian hanyalah perubahan, bukan akhir, dan bahwa ada kediaman abadi yang Engkau siapkan di surga untuknya. Kami memohon agar keyakinan ini menguatkan kami dalam menghadapi kematian, dengan penuh harapan akan hidup kekal yang telah Engkau janjikan.”
Doa untuk Jiwa-jiwa di Api Penyucian
“Bapa yang penuh belas kasih, dengan penuh iman kami datang memohon kepada-Mu untuk membebaskan (sebut nama) dari segala hukuman atas dosa-dosanya. Izinkanlah ia memasuki kehidupan abadi yang penuh terang dan kebahagiaan di surga.
Kami juga berdoa bagi semua jiwa yang telah Engkau panggil mendahului kami, semoga karena kasih dan rahmat-Mu, mereka bisa memperoleh kebahagiaan abadi di hadirat-Mu. Semua ini kami panjatkan dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.” (**)