MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Nama Patrick Kluivert kembali mencuat ke permukaan, kali ini bukan sebagai pemain bintang, melainkan kandidat pelatih kepala Timnas Indonesia. Sosok Kluivert memang tidak asing di dunia sepak bola internasional, baik sebagai pemain maupun pelatih. Namun, perjalanan kariernya penuh dengan pasang surut, menyimpan cerita yang menarik untuk diulas.
Kilau Kluivert sebagai Pemain Muda
Di usianya yang baru 19 tahun, Kluivert sudah mencuri perhatian dunia. Ia mencetak gol kemenangan Ajax Amsterdam melawan AC Milan di final Liga Champions 1995, sebuah pencapaian luar biasa bagi pemain seusianya. Momen ini menjadi pijakan awal karier gemilangnya.
Namun, setelah sukses bersama Ajax, Kluivert menghadapi tantangan besar di AC Milan. Bergabung dengan raksasa Italia tersebut pada 1997, Kluivert gagal menunjukkan performa terbaiknya. Meski demikian, ia mampu bangkit kembali saat bergabung dengan Barcelona pada 1998. Di klub Catalan itu, ia menjadi ujung tombak andalan dan mencetak banyak gol penting, meskipun tidak pernah menjadi top skor La Liga.
Kluivert juga menjadi andalan tim nasional Belanda, khususnya di Euro 2000. Ia tampil sebagai pencetak gol terbanyak turnamen tersebut meskipun Belanda harus puas hanya mencapai semifinal.
Awal Karier Kepelatihan
Setelah gantung sepatu di usia 32 tahun, Kluivert beralih ke dunia kepelatihan. Ia memulai sebagai pelatih striker dan asisten pelatih di berbagai klub. Peran pentingnya datang pada 2014 ketika ia menjadi asisten Louis van Gaal di timnas Belanda. Keduanya sukses membawa Belanda meraih posisi ketiga di Piala Dunia 2014, pencapaian yang mengangkat nama Kluivert sebagai pelatih potensial.
Namun, karier Kluivert setelah itu tidak berjalan mulus. Sebagai pelatih kepala, ia pernah menangani Curacao dan berhasil meningkatkan performa tim. Meski begitu, kesuksesan tersebut tidak cukup untuk melambungkan namanya ke level atas.
Tantangan Baru Bersama Timnas Indonesia
Kini, Kluivert disebut sebagai calon kuat untuk menggantikan Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Bila terpilih, ia akan menghadapi tantangan besar: mengangkat prestasi skuad Garuda di kancah internasional.
Bagi Indonesia, mendatangkan nama besar seperti Kluivert adalah investasi besar dalam upaya meningkatkan kualitas sepak bola nasional. Namun, bagi Kluivert, ini adalah kesempatan untuk membuktikan dirinya sebagai pelatih kelas dunia. Jika ia sukses membawa Indonesia ke Piala Dunia, sejarah akan mencatat namanya sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah menangani Timnas Garuda. Sebaliknya, kegagalan bisa memperpanjang catatan perjalanan kariernya yang penuh dinamika.
Kesempatan atau Risiko?
Bagi Patrick Kluivert, menangani Timnas Indonesia bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah panggung besar untuk mengukir prestasi sebagai pelatih. Namun, dengan ekspektasi tinggi dari masyarakat Indonesia, tugas ini bukan tanpa risiko.
Keberhasilan atau kegagalan Kluivert nanti akan menjadi babak penting, baik bagi dirinya maupun sepak bola Indonesia. Apakah Kluivert mampu mengulang kisah suksesnya di lapangan hijau, kini dari pinggir lapangan? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. (**)