Rabu, Agustus 5, 2026

Fadli Zon Soal ‘Londo Ireng’ : Hanya Candaan, yang Bukan Pengkhianat Tak Perlu Tersinggung, Nyindir Atau Meluruskan?

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah “londo ireng” hanyalah candaan atau ice breaking untuk mencairkan suasana, bukan ditujukan menyerang pihak tertentu.

“Saya kenal Pak Prabowo sudah sangat lama. Pak Prabowo itu sebenarnya orangnya sangat humoris. Jadi kalau mengatakan seperti itu adalah mendekatkan untuk keakraban, ice breaking, dan lain-lain,” kata Fadli di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Fadli, istilah tersebut merupakan pengingat bahwa dalam sejarah Indonesia selalu ada pihak yang mengabdi pada kepentingan asing. Ia pun menilai tidak ada alasan untuk tersinggung apabila tidak merasa menjadi pengkhianat.

“Kalau misalnya bukan pengkhianat enggak usah tersinggung gitu ya kalau menurut saya,” ujarnya.

Pernyataan itu justru memunculkan pertanyaan baru di ruang publik. Alih-alih sekadar meluruskan maksud ucapan Prabowo, Fadli dinilai ikut melontarkan pernyataan yang memancing tafsir mengenai siapa pihak yang dimaksud sebagai “pengkhianat”. Hingga kini, Fadli tidak menjelaskan secara spesifik siapa yang ia maksud dalam pernyataannya tersebut.

Fadli mengatakan pesan utama Prabowo adalah pentingnya menjaga persatuan nasional dan mewaspadai kepentingan luar yang dapat memecah belah bangsa.

Sebelumnya, istilah “londo ireng” disampaikan Prabowo saat peringatan Harlah ke-28 PKB pada 23 Juli 2026. 

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut istilah itu untuk menggambarkan orang Indonesia yang dinilai lebih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain, sembari menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka terhadap kritik.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.