Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan Jepang menjadi salah satu negara tujuan strategis bagi pekerja migran Indonesia (PMI) karena kebutuhan tenaga kerja di negara tersebut terus meningkat.
Usai melakukan kunjungan kerja ke Jepang, Muhaimin menegaskan pemerintah siap menjamin kualitas para PMI yang diberangkatkan.
Saat memberikan pembekalan kepada calon PMI di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026), Muhaimin mengatakan pemerintah telah berkomitmen dengan pemerintah Jepang untuk memperkuat kerja sama penempatan tenaga kerja.
“Saya bersepakat dengan Menteri Hukum di sana untuk membangun komitmen kerja sama yang sungguh-sungguh. Saya sampaikan kepada beliau, pemerintah akan campur tangan.
Pemerintah sungguh-sungguh dan pemerintah Indonesia tidak main-main memberi jaminan kepada para pekerja yang berangkat,” ujar Muhaimin.
Ia menegaskan hanya calon PMI yang memiliki kompetensi, disiplin, dan kesiapan kerja yang akan diberangkatkan. Menurutnya, Indonesia dan Jepang saling membutuhkan karena Jepang memerlukan tenaga kerja, sementara Indonesia memiliki SDM yang telah dipersiapkan.
“Jepang membutuhkan tenaga kerja, sedangkan Indonesia memiliki tenaga kerja yang kita sudah siapkan dengan sebaik-baiknya. Kita saling membutuhkan, kuncinya di situ,” katanya.
Muhaimin juga menyebut PMI Indonesia mendapat penilaian positif di Jepang karena dinilai disiplin, mudah beradaptasi, dan memiliki etos kerja yang baik.
“Hampir seratus persen pekerja kita yang ada di Jepang tidak ada satu pun yang bukan orang baik. Semuanya baik-baik. Hatinya baik, pikirannya baik. Ketika saya tanya niatnya untuk apa bekerja jauh-jauh? Untuk keluarganya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Muhaimin melepas 337 calon PMI asal Cianjur yang akan bekerja di Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Mereka telah mengikuti pelatihan di 12 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai bagian dari program SMK Go Global untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan pengangguran.