Minggu, Agustus 16, 2026

Bantuan Tak Kunjung Tiba Usai Gempa M 7,7, Pengungsi Gempa Nagekeo NTT Bertahan Hidup dengan Patungan

NAGEKEO — Di tengah situasi darurat pascagempa M 7,7, ratusan warga Nagekeo justru harus bertahan dengan cara patungan makanan. Bukan bantuan pemerintah yang lebih dulu mereka terima, melainkan solidaritas antarwarga untuk memastikan masih ada makanan di tengah pengungsian.

Ratusan warga Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungsi di kantor desa setelah gempa mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026).

Hingga Minggu (16/8/2026), warga mengaku belum menerima bantuan. Mereka terpaksa mengumpulkan bahan makanan secara bersama-sama dan saling berbagi persediaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sima (35), salah seorang pengungsi, mengatakan kondisi tersebut membuat warga khawatir, terutama jika stok makanan habis sebelum bantuan tiba.

“Kami di sini bertahan hidup dengan patungan bahan makanan, belum ada bantuan dari pihak mana pun. Jaringan listrik terputus, jadi kami andalkan genset,” ujar Sima.

Warga juga sempat mencoba meminta bantuan kepada kendaraan TNI dan Polri yang melintas. Namun, kendaraan tersebut tetap melaju karena hendak menuju lokasi lain yang terdampak gempa.

Para pengungsi berharap bantuan segera datang, terutama makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Saat ini, mereka masih mengandalkan persediaan yang tersisa dan gotong royong antarwarga. Kekhawatiran terbesar adalah stok makanan patungan habis sementara bantuan belum juga tiba.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.