JAKARTA – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak mengenal batas wilayah. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyoroti potensi kabut asap lintas negara yang dapat terjadi akibat pergerakan angin.
Raja Juli mengatakan asap dari karhutla di Indonesia dapat terbawa ke negara tetangga, begitu pula sebaliknya. Ia mencontohkan kondisi di Sarawak, Malaysia, yang asapnya berpotensi masuk ke Indonesia jika arah angin berubah.
“Kalau seandainya arah anginnya dari sini, ini menurut teman-teman dari LH juga, ini kebakaran yang terjadi di sini juga akan masuk ke Indonesia. Karena emang asap enggak ada KTP-nya,” kata Raja Juli di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat penanganan transboundary haze atau pencemaran kabut asap lintas batas membutuhkan kerja sama dengan negara-negara tetangga.
Raja Juli menegaskan pemerintah akan berupaya maksimal agar karhutla di Indonesia tidak menimbulkan dampak negatif bagi negara lain. Indonesia juga akan bekerja sama dengan negara tetangga untuk mengendalikan karhutla dan mencegah penyebaran asap lintas batas.
Fokus Utama Keselamatan Masyarakat
Raja Juli mengatakan penanganan karhutla saat ini terus dilakukan oleh berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, dan Manggala Agni Kementerian Kehutanan.
Ia menegaskan langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam penanganan karhutla.
“Pak Presiden mengatakan kepada kita, fokus utama pemerintah Indonesia di dalam penanganan karhutla adalah untuk keselamatan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Menhut juga meminta masyarakat dan perusahaan tidak melakukan land clearing dengan cara yang berisiko memicu kebakaran, terutama selama kondisi kering.
Ia berharap edukasi dan pencegahan terus diperkuat sepanjang September agar potensi karhutla dapat ditekan.