LUMAJANG – Aktivitas Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan. Dalam kurun enam jam, gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, itu tercatat 29 kali erupsi.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, Rabu (9/9/2026) pukul 00.00-06.00 WIB, selain gempa letusan petugas mencatat empat kali gempa guguran dan empat kali gempa harmonik.
Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah puncak. Warga juga harus mewaspadai awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat mengalir melalui Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai lainnya.
Untuk warga di kawasan rawan bencana (KRB) II dan III, diminta mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan evakuasi. Pelaksanaan evakuasi tetap menunggu perintah pemerintah daerah sesuai rekomendasi teknis Kementerian ESDM.
Dengan status Siaga dan aktivitas erupsi yang masih berlangsung, masyarakat di sekitar Semeru diminta tidak mendekati zona berbahaya serta terus mengikuti informasi resmi dari petugas.