JAKARTA – Pengakuan seorang penjual gorengan di Threads ikut menjadi sorotan di tengah maraknya kasus dugaan keracunan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam unggahannya, penjual tersebut mengaku sudah bertahun-tahun berjualan di ruang terbuka yang kerap dianggap kurang higienis. Meski begitu, selama berjualan ia menyebut tidak pernah mendapat keluhan dari pelanggan yang mengalami diare atau keracunan setelah mengonsumsi dagangannya.
Ia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan kasus keracunan MBG yang terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, situasi tersebut terasa ironis karena program MBG disebut memiliki pengawasan ahli gizi dan proses penyediaan makanan dilakukan melalui dapur khusus yang lebih tertutup.
Sementara itu, gorengan yang dijualnya di ruang terbuka dan sering mendapat cap sebagai makanan kurang higienis justru sejauh ini tidak pernah membuat pelanggannya mengeluh keracunan.
Unggahan tersebut pun memancing perhatian warganet. Perbandingan itu kembali membuka perdebatan mengenai standar keamanan pangan dalam penyediaan makanan MBG, terutama terkait proses memasak, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan makanan sebelum dikonsumsi.
Meski demikian, pengalaman seorang penjual gorengan tentu tidak dapat dijadikan bukti bahwa makanan yang dijual di ruang terbuka selalu lebih aman. Risiko keracunan makanan dapat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari bahan baku, kebersihan peralatan, proses pengolahan, suhu penyimpanan, hingga lamanya makanan berada sebelum dikonsumsi.
Yang menjadi sorotan adalah bagaimana program berskala besar seperti MBG harus memiliki sistem pengawasan keamanan pangan yang jauh lebih ketat. Sebab, ketika satu dapur mengalami masalah, dampaknya dapat dirasakan oleh ratusan penerima manfaat sekaligus.
Pada akhirnya, viralnya curhatan penjual gorengan tersebut bukan semata soal membandingkan gorengan kaki lima dengan MBG. Lebih jauh, fenomena ini menunjukkan bahwa label higienis saja tidak cukup—keamanan makanan harus benar-benar dibuktikan melalui proses dan pengawasan yang konsisten.