BLORA – Pemkab Blora mendorong revitalisasi Pasar Plaza Cepu menjadi pusat perdagangan sekaligus distribusi pangan di kawasan timur Jawa Tengah. Lokasinya yang berada di perbatasan Jateng-Jatim dinilai strategis sebagai pintu masuk perdagangan dari arah timur.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Blora Arief Rohman saat bertemu jajaran Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Blora sekitar 5,4 persen turut ditopang sektor pangan dan energi sehingga membutuhkan infrastruktur perdagangan yang lebih kuat.
“Lokasinya sangat strategis karena berada di pintu masuk Jawa Tengah dari arah timur. Dengan posisi tersebut, Pasar Plaza Cepu memiliki peluang besar menjadi pusat transaksi perdagangan dan pergerakan ekonomi masyarakat,” kata Arief.
Selain pasar, Pemkab Blora juga mengembangkan beras organik sebagai produk unggulan. ID FOOD bahkan siap menyerap hingga 2.000 ton per tahun, sedangkan produksi Blora saat ini baru sekitar 1.000 ton.
“Permintaan pasar sudah ada. ID FOOD siap menampung 2.000 ton per tahun, tetapi saat ini produksi kami baru sekitar 1.000 ton,” ujarnya.
Blora juga memiliki potensi peternakan dengan transaksi pasar hewan mencapai sekitar Rp3,5 miliar setiap pasaran Pon.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menyatakan akan mengupayakan dukungan pemerintah pusat untuk revitalisasi Pasar Plaza Cepu. Kemendag juga mendorong Blora memanfaatkan Trade Expo Indonesia untuk memperluas pemasaran produk unggulan.
Dengan revitalisasi pasar dan pengembangan pangan organik, Blora berharap semakin kuat sebagai pusat perdagangan dan distribusi pangan di kawasan timur Jawa Tengah.