Kamis, September 10, 2026

Di Balik Pekatnya Kabut Asap, Celios: Kerugian Ekonomi Karhutla Kalimantan-Sumatera Tembus Rp123 Triliun!

JAKARTA – Karhutla di Sumatera dan Kalimantan tak hanya menyisakan hutan terbakar dan kabut asap. Dampaknya juga menghantam ekonomi serta kesehatan masyarakat. Celios memproyeksikan kerugian ekonomi akibat karhutla di dua kawasan tersebut mencapai Rp123 triliun.

Peneliti Celios, Galau D. Muhammad, mengatakan angka tersebut merupakan proyeksi kerugian material yang harus ditanggung masyarakat.

“Celios mengevaluasi, memproyeksikan sekitar Rp123 triliun kerugian akibat karhutla Sumatera dan Kalimantan. Itu memicu kita bicara soal kerugian material yang ditanggung publik atau masyarakat,” ujar Galau, dikutip Rabu (9/9/2026).

Celios juga menyoroti anggaran BMKG, Basarnas, Kementerian Lingkungan Hidup, dan BNPB yang jika digabung sekitar Rp6,3 triliun. Namun, menurut Galau, angka tersebut bukan sepenuhnya dana khusus mitigasi karena sebagian digunakan untuk operasional lembaga.

Di sisi lain, dampak karhutla telah dirasakan lebih dari 10 juta penduduk di tujuh provinsi Sumatera dan Kalimantan. Asap memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama ISPA.

Data Kementerian Kesehatan hingga akhir Agustus 2026 mencatat hampir 14 ribu laporan ISPA dari 63 kabupaten/kota terdampak.

Kualitas udara di sejumlah wilayah juga mencapai level sangat tidak sehat hingga berbahaya. ISPU Pontianak bahkan sempat menyentuh 328, sedangkan Tebo, Barito Selatan, dan Pali mencatat angka di atas 250.

Besarnya kerugian ekonomi dan dampak kesehatan membuat karhutla kembali menjadi persoalan serius yang tak hanya menyangkut lingkungan, tetapi juga keselamatan dan beban ekonomi masyarakat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.