JAKARTA — Perdebatan seputar alokasi anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas. Kali ini, pengamat politik Rocky Gerung mendapat sorotan tajam usai membandingkan urgensi pemenuhan gizi anak dengan kesejahteraan tenaga pendidik.
Kritik keras datang dari Mendikbud Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri. Melalui akun X (sebelumnya Twitter) pribadinya pada Minggu (11/10/2026), Iman menilai logika yang dibangun Rocky justru menempatkan guru di posisi yang dirugikan demi membela program prioritas pemerintah tersebut.
Polemik ini bermula dari pernyataan Rocky dalam sebuah siniar di kanal YouTube Bagas Muljadi. Kala itu, Rocky menggambarkan dilema penggunaan anggaran pendidikan. Ia menyebutkan, jika semua dana dialihkan ke MBG, kesejahteraan guru akan hancur. Namun sebaliknya, jika dana hanya difokuskan untuk guru, anak-anak akan kekurangan gizi.
“Kalau misalnya seluruh dana pendidikan dipindahkan ke MBG, gurunya mati tuh. Begitu pun sebaliknya, seluruh dana MBG dipindahkan untuk guru, gurunya cerdas tapi saat memulai mengajar anaknya bego, karena anaknya gak dapat nutrisi,” ujar Rocky.
Pernyataan tersebut memantik reaksi keras dari Iman. Ia menilai argumen Rocky seolah menormalisasi pengorbanan hak dan gaji guru demi membiayai nutrisi anak-anak di sekolah.
Iman bahkan melontarkan sindiran menohok terkait realita nasib guru yang kerap tidak menerima gaji selama berbulan-bulan. “Kalau gurunya tidak punya gaji berbulan-bulan? Yang bisa diambil tinggal darahnya aja. Berarti lu ngisep darah guru, Rock,” kecam Iman.