Sabtu, Juni 13, 2026

Bahaya Mikroplastik dalam Kantong Teh, Studi Ungkap Risiko Kesehatan

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Mikroplastik kembali menjadi sorotan terkait dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kantong teh biasanya digunakan di kemasan teh celup berbahan plastik dapat menjadi jalur masuk mikroplastik ke dalam tubuh manusia.

Dikutip dari berbagai sumber, studi Universitas Barcelona, Spanyol, menemukan bahwa kantong teh berbahan polimer plastik seperti polypropylene mampu melepaskan miliaran partikel mikroplastik saat direndam dalam air panas.

Berdasarkan studi tersebut, kantong teh polypropylene dapat melepaskan hingga 1,2 miliar partikel mikroplastik dalam setetes air panas. Sebagai perbandingan, kantong teh berbahan selulosa menghasilkan sekitar 135 juta partikel, sementara kantong teh dari nilon-6 melepaskan lebih dari 8 juta mikroplastik.

Paparan mikroplastik tidak hanya terbatas pada minuman yang dikonsumsi, tetapi juga berpotensi melepaskan bahan kimia berbahaya yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

Dampak Mikroplastik terhadap Kesehatan

Gangguan Saluran Pencernaan
Penelitian di China menunjukkan bahwa tikus yang terpapar mikroplastik mengalami kerusakan pada dinding usus besar dan penurunan produksi lendir pelindung. Mikroplastik juga memicu percepatan penyebaran sel kanker pada saluran pencernaan.

Risiko Kanker
Mikroplastik yang terhirup dapat masuk ke darah melalui paru-paru, meningkatkan risiko kanker kolon. Penelitian dari Universitas California San Francisco mengaitkan paparan mikroplastik dengan peningkatan risiko kanker usus pada usia muda.

Gangguan Kesuburan
Dalam uji coba pada tikus, paparan mikroplastik menyebabkan penurunan fungsi reproduksi. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor penurunan tingkat kesuburan global.

Langkah Pencegahan

Untuk mengurangi risiko, disarankan menggunakan kantong teh berbahan alami seperti kertas atau kain yang bebas dari plastik. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan bahan-bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Penemuan ini mempertegas urgensi mengurangi penggunaan plastik dalam berbagai produk, tidak hanya demi kesehatan manusia, tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.