Siaran langsung pidato Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026), mendadak terputus ketika ia tengah membahas isu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah. Momen tersebut viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi dari warganet.
Sebelum tayangan berhenti, Prabowo menyinggung meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ia mengingatkan bahwa konflik yang terus meluas dapat memicu perlombaan kepemilikan senjata nuklir di sejumlah negara, sehingga berpotensi mengancam stabilitas dunia.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut jika satu negara memiliki senjata nuklir, negara lain di kawasan bisa terdorong melakukan hal yang sama. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menciptakan efek domino yang berbahaya bagi keamanan global.
Tayangan siaran langsung kemudian mendadak berhenti saat Prabowo masih menyampaikan pandangannya mengenai isu tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak Istana maupun Sekretariat Presiden mengenai penyebab terputusnya siaran langsung tersebut.
Cuplikan video saat siaran terputus pun ramai beredar di berbagai platform media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan penyebab berhentinya tayangan, sementara sebagian lainnya mengaitkannya dengan materi pidato yang sedang disampaikan. Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara isi pidato dengan terputusnya siaran langsung.
Dalam bagian pidato yang sempat disiarkan, Prabowo juga mengingatkan bahwa konflik global tidak hanya dipicu persoalan ideologi atau politik, tetapi juga perebutan sumber daya strategis seperti minyak, gas, dan mineral. Ia menilai eskalasi konflik internasional dapat berdampak terhadap seluruh negara, termasuk Indonesia, sehingga kewaspadaan dan stabilitas nasional harus terus dijaga.