Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa dirinya sangat memahami perasaan para korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia mengenang masa kecilnya ketika terdampak letusan gunung api pada 1988, sehingga menurutnya empati terhadap para korban bukan sekadar retorika.
Ia menegaskan bahwa dalam situasi seperti ini tidak diperlukan polemik antar pihak, melainkan kolaborasi dan semangat gotong royong untuk membantu warga yang sedang kesulitan.
Bahlil menjelaskan bahwa Partai Golkar telah mengirimkan bantuan dan menginstruksikan seluruh kader, terutama anggota legislatif dan kepala daerah dari Golkar di wilayah Sumatra, untuk turun langsung membantu.
Ia juga menyebut DPR RI membuka sumbangan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Sebagai Menteri ESDM, ia memastikan perbaikan infrastruktur di daerah terdampak terus berjalan, termasuk pemulihan listrik yang ditargetkan menyala kembali paling lambat pada Sabtu.
Ia menegaskan bahwa bencana ini bukan hanya persoalan tiga provinsi, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.