Rabu, Mei 27, 2026

Blora Dalami Strategi Peningkatan PAD dan Pertanian Organik ke Kota Bogor

Pemerintah Kabupaten Blora juga mempelajari pertanian organik dan ketahanan pangan di Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Pemerintah Kabupaten Blora melakukan studi tiru ke Pemerintah Kota Bogor untuk memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus pengembangan pertanian organik. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Balaikota Bogor, Senin (15/12/2025), dan diikuti langsung oleh jajaran pimpinan daerah serta perangkat terkait.

Rombongan Pemkab Blora dipimpin Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora, kepala OPD terkait, serta insan pers. Mereka berdiskusi dan menerima pemaparan dari Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Ketua DPRD Kota Bogor terkait tata kelola PAD hingga kebijakan sektor pertanian.

“Kami ingin silaturahim membangun sinergi kerja sama kedepan antara Blora dan Kota Bogor, jadi kami ingin meniru dengan Bogor karena kota ini kami pelajari dari sisi PAD nya juga bagus bagaimana ditengah-tengah kita efisiensi pemotongan anggaran tentunya ini kita ingin punya strategi untuk meningkatkan PAD,” terang Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Blora mendalami berbagai strategi yang diterapkan Kota Bogor untuk mengoptimalkan penerimaan daerah. Wali Kota Bogor memaparkan struktur keuangan daerahnya yang ditopang kuat oleh PAD.

“APBD Kota Bogor itu di 3,3 triliun sebagain besar kami peroleh dari PAD yang jumlahnya 1,1 triliun, selebihnya adalah dana bagi hasil, transfer daerah dan sumber-sumber lain yang sah,” terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kota Bogor turut terdampak kebijakan pemotongan transfer ke daerah.

“Seperti kita tahu pemotongan transfer daerah mencakup semua daerah, Kota Bogor tercatat 250 miliar,” paparnya.

Untuk menjaga kinerja PAD, Pemkot Bogor terus mendorong inovasi digital melalui penerapan Sistem Informasi Pajak Daerah (SIPDEH), layanan E-SPPT, E-OPSIR, serta aplikasi pendataan dan pengawasan lapangan berbasis digital. Optimalisasi juga dilakukan pada sektor parkir, baik parkir tepi jalan yang dikelola Dinas Perhubungan maupun parkir pasar oleh Perumda.

Sejumlah langkah strategis tengah ditempuh, mulai dari penyusunan Perda dan Perwali perparkiran, inventarisasi ulang lokasi parkir, transformasi sistem pemungutan dari manual ke digital (QRIS), hingga penjajakan kerja sama dengan pihak ketiga. Pemkot Bogor juga mengkaji pemungutan parkir di ruas jalan provinsi dan nasional serta merencanakan penerapan tarif berbeda di ruas jalan rawan kemacetan.

Di sektor pertanian, Kota Bogor menekankan pengembangan pertanian perkotaan berbasis organik.

“Untuk pertanian karena lahan pertanian kita tidak cukup luas, untuk kebijajan pertanian kami lebih menekakan pada pertanian urban farming, pertanian perkotaan dan pertanian organik,” jelasnya.

Agenda dilanjutkan dengan diskusi interaktif, termasuk pembahasan regulasi Peraturan Daerah tentang Pertanian Organik antara DPRD Blora dan DPRD Kota Bogor. Kunjungan kemudian berlanjut ke Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor guna memperdalam kajian pertanian organik dan ketahanan pangan.

Bupati beserta rombongan berdiskusi dengan Iskandar Zulkarnaen Siregar, Wakil Rektor Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni (PB), serta Suryo Wiyono, didampingi para guru besar dan dosen.

“Kita mendiskusikan tentang hal-hal apa saja yang bisa kita kolaborasikan antara Pemkab Blora dan IPB secara umum khususnya dengan Fakultas Pertanian, kita juga sudah laksanakan beberapa program-program di Blora,” terang Wakil Rektor.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.