Sabtu, Juni 13, 2026

Film Animasi Merah Putih One For All Habiskan Rp6,8 Miliar, Dihujat Pedas Sebelum Tayang

Menjelang penayangannya pada 14 Agustus 2025, film animasi Indonesia Merah Putih: One For All mendadak menjadi perbincangan panas di media sosial. Bukan hanya karena ceritanya yang mengusung pesan persatuan, melainkan lantaran biaya produksinya yang fantastis mencapai Rp6,7 hingga Rp6,8 miliar yang dinilai tidak sebanding dengan kualitas visualnya.

Kontroversi ini mencuat setelah produser Toto Soegriwo mengunggah informasi di Instagram pribadinya. “Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga 6,7 miliar rupiah seperti yang diutarakan Produser Eksekutif Sonny Pudjisasono,” tulisnya.

Berdasarkan data dari Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia, Merah Putih: One For All merupakan karya Perfiki Kreasindo, diproduseri oleh Toto Soegriwo bersama Arry WS, disutradarai Y. Endiarto dan Bintang Takari yang juga menulis skenarionya. Film berdurasi 70 menit ini mendapat klasifikasi “Semua Umur”.

Cerita film ini mengisahkan delapan anak yang dipilih menjadi Tim Merah Putih untuk menjaga bendera yang akan dikibarkan pada upacara 17 Agustus. Tiga hari sebelum perayaan, bendera tersebut hilang. Mereka pun memulai pencarian yang membawa mereka ke petualangan penuh kejutan, mewakili keberagaman budaya dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga Tionghoa.

Meski membawa pesan persatuan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, proses produksinya yang baru dimulai pada Juni 2025 membuat warganet mempertanyakan kualitasnya. Apalagi dengan biaya miliaran rupiah, perbandingan pun bermunculan dengan film animasi lokal maupun internasional yang dinilai lebih rapi dengan biaya serupa atau lebih rendah.

Tak sedikit komentar pedas yang membanjiri media sosial. “Grafiknay kek animasi jaman batu,” tulis akun @ri_pangestangu. “Hah 7 m hasilnya gini? Doang? Sorry wae pak, aku sebagai 3D artist malu sih kalau namaku ditaro credit. Jujur pak artistnya kamu bayar berapa? wkwkkw,” ungkap akun @fifolut.
“Anjir budgetnya 8 miliar, untuk poster dan kalimat buatan AI, transisi patah-patah, kalimat dialog yang baku sekali seperti dialog buatan AI,” tandas akun @c****ra_kssss.

Kritik juga datang di TikTok @perfikitv, saat para kreator film hadir di sebuah studio radio untuk promosi. Alih-alih menuai dukungan, unggahan itu memicu komentar seperti:

“karya anak muda❌❌ karya anak tua ✅✅,” @ma. “Katanya karya anak bangsa, inimah bapak bangsa,” @abdulrachmans.
“pantes tim nya aki-aki semua,” @sardensa. “udah dikasih paham sama Jumbo masih aja ga paham. ga ada niat dari tahun-tahun sebelumnya buat garap film nasionalis, giliran udah mepet bikin seadanya,” @D.

Tak hanya itu, situs resmi Perfiki Kreasindo tidak dapat diakses dan menampilkan pesan “404 Not Found”, menambah tanda tanya publik soal rekam jejak studionya.

Menanggapi gelombang komentar negatif, Toto Soegriwo memilih untuk santai. “Senyumin aja, komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian viral kan?” tulisnya di Instagram.

Trailer Merah Putih: One For All telah tayang di YouTube ‘Perfiki TV’, ‘CGV Kreasi’, dan ‘Historika Film’, serta diklaim sebagai animasi pertama bertema kebangsaan. Meski banjir kritik, film ini dipastikan tetap tayang sesuai rencana di seluruh bioskop Indonesia mulai 14 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.