Keinginan generasi muda Indonesia untuk merantau ke luar negeri kian menguat. Berdasarkan hasil sebuah studi, sebanyak 74 persen Gen Z mengaku tertarik bekerja di luar negeri, didorong oleh harapan memperoleh penghasilan yang lebih tinggi, peluang karier yang lebih baik, serta kualitas hidup yang dinilai lebih menjanjikan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa minat bekerja di luar negeri tidak semata-mata dipengaruhi oleh jenis pekerjaan yang akan dijalani. Bagi banyak anak muda, besarnya pendapatan dan kesempatan berkembang menjadi pertimbangan utama dibanding status atau bidang pekerjaan.
Fenomena serupa juga ramai terlihat di media sosial. Tidak sedikit warganet dari kalangan Gen Z yang mengaku bersedia menjalani pekerjaan fisik seperti memetik buah, memotong rumput, bekerja di gudang, hingga menjadi petugas kebersihan (housekeeping) di luar negeri.
Bagi mereka, pekerjaan tersebut tetap dianggap menarik selama mampu memberikan penghasilan yang lebih layak dibanding pekerjaan serupa di Indonesia.
Perbincangan ini pun memunculkan beragam tanggapan, mulai dari dukungan terhadap keberanian mencari peluang di luar negeri hingga sorotan terhadap kondisi lapangan kerja dan tingkat upah di dalam negeri yang dinilai masih menjadi tantangan bagi generasi muda.