Sabtu, Agustus 8, 2026

Indonesia Tersingkir dari AFF, Fans Bandingkan Herdman dengan STY: “Dulu Setidaknya Sampai Semifinal”

Langkah Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026 harus terhenti lebih cepat setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura dalam laga penentuan Grup A. Hasil tersebut membuat skuad Garuda gagal melaju ke semifinal.

Kegagalan ini langsung memicu kekecewaan di kalangan pendukung. Di media sosial, nama Shin Tae-yong (STY) kembali ramai dibicarakan dan dibandingkan dengan pelatih yang menangani Timnas setelahnya, termasuk Patrick Kluivert dan John Herdman.

Di mata sebagian fans, Kluivert maupun Herdman dinilai belum mampu menyamai pencapaian STY selama menangani Timnas Indonesia. Meski pelatih asal Korea Selatan itu belum berhasil mempersembahkan trofi AFF, perjalanan Timnas di sejumlah ajang justru menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Di bawah STY, Indonesia berhasil mencatat sejumlah pencapaian, termasuk menembus final Piala AFF 2020 dan semifinal Piala AFF 2022. Ia juga membawa Timnas mencatat sejumlah prestasi lain di level Asia, sehingga namanya masih mendapat tempat khusus di hati banyak pendukung.

Karena itu, bagi sebagian suporter, STY masih dianggap sebagai “pelatih juara” di hati fans, bukan semata karena jumlah trofi, tetapi karena era kepemimpinannya dinilai membawa Timnas naik level dan menghasilkan sejumlah pencapaian yang sebelumnya sulit diraih.

Kini, setelah Indonesia gagal lolos dari fase grup AFF 2026, perbandingan tersebut kembali menguat. Fans mempertanyakan apakah pergantian pelatih benar-benar membawa kemajuan, terutama ketika kualitas pemain Indonesia saat ini justru dinilai semakin baik.

Kegagalan di AFF 2026 akhirnya menjadi pekerjaan besar bagi PSSI. Evaluasi diperlukan untuk melihat apakah persoalan Timnas berada pada strategi, kepelatihan, atau sistem pengelolaan secara keseluruhan.

Bagi para pendukung yang masih mengingat era STY, satu hal yang terus muncul adalah pertanyaan sederhana: jika dulu Timnas setidaknya mampu mencapai final dan semifinal, mengapa dengan skuad yang kini dianggap lebih berkualitas justru harus tersingkir sejak fase grup?

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.