Jumat, April 17, 2026

Kisah Cinta Popon dan Endang 11 Tahun Menunggu Haji, Kini Berpisah Selamanya

MELIHAT INDONESIA – Duka mendalam menyelimuti wajah Endang setelah pemakaman istrinya, Popon Rohmawati (50), jemaah haji asal Ciamis dari Kelompok Terbang (Kloter) 27 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS-27). Istrinya wafat sesaat setelah tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Sabtu (26/5/2024) sekitar pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Popon Rohmawati, seorang jemaah haji yang telah berangkat menunaikan ibadah haji dengan penuh harap dan keikhlasan, harus menghadapi takdir yang tidak terduga saat tiba di tanah suci. Kabar duka ini menggetarkan hati banyak orang, termasuk keluarga, kerabat, dan teman-teman yang turut berduka cita atas kepergian yang tiba-tiba ini.

Endang, suami dari almarhumah Popon Rohmawati, tampak tegar meski duka yang mendalam terpancar dari wajahnya. Ia harus menghadapi kepergian yang begitu mendadak dan tak terduga, meninggalkan duka yang mendalam di hati keluarga besar.

Pemakaman Popon Rohmawati dilakukan dengan penuh kesedihan di tanah suci Makkah, tempat yang menjadi tujuan utama bagi setiap jemaah haji. Meskipun begitu, kesedihan dan duka yang melingkupi pemakaman tersebut menjadi saksi betapa besarnya cinta dan penghormatan yang diberikan kepada almarhumah.

Mengutip times.co.id, di tengah kesedihan, Endang, yang berprofesi sebagai Kepala Sekolah di SMP Negeri 1 Pangandaran, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada petugas haji yang telah membantu mengurus jenazah sang istri.

“Alhamdulillah, saya betul-betul terbantu oleh petugas haji. Petugas haji memang sangat membantu, membantu saya khususnya. Saya ucapkan terima kasih kepada tim petugas haji Indonesia. Tanpa mereka, entah bagaimana saya,” ungkap Endang dengan suara terbata menahan air mata.

Selama 11 tahun, Endang dan Popon menanti hari untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima.

“Kita bareng-bareng ke Makkah. Menunggu 11 tahun, ternyata setelah ke sini kami tidak bisa bersama, dan Ibu tidak akan kembali,” tutur Endang sembari menyeka air mata.

Endang menceritakan bahwa selama perjalanan, kondisi istrinya terlihat normal dan mereka berdua sangat gembira.

“Selama perjalanan normal-normal saja. Kami bergembira selama di pesawat, tidak ada masalah. Mulai kelihatan saat mengambil koper, mengeluh pusing. Langsung turun, tiba-tiba tidak ada tenaga, pingsan, dan sesak. Kemudian ditangani tim medis,” katanya.

Popon dinyatakan meninggal dunia setibanya di Rumah Sakit King Fadh Hospital. Endang mengenang bahwa selama tiga tahun terakhir, istrinya sangat rajin menjalankan salat sunnah Dhuha dan Tahajud, serta khatam Al-Qur’an sebulan sekali.

“Istri saya bisa khatam Al-Qur’an sebulan sekali. Kalau tidak sedang haid, dia tidak pernah absen mengerjakan salat Dluha dan salat Tahajud. Setiap malam, dia selalu membangunkan saya untuk salat malam,” kenang Endang.

Kepergian Popon, yang sehari-hari adalah ibu rumah tangga dan mendidik ketiga putra-putrinya, sangat dirasakan oleh keluarga. Anak bungsunya yang masih duduk di kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) terus menanyakan keberadaan ibunya.

“Kami ikhlas, sekalipun itu berat. Allah pasti memberikan jalan yang terbaik untuk diri saya dan keluarga saya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkan almarhumah di tempat yang mulia,” doa Endang. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.