Sabtu, Juli 25, 2026

Konflik Yai Mim dan Sahara Memanas, Adu Laporan di Polisi

Konflik antara eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Imam Muslimin atau akrab disapa Yai Mim, dengan tetangganya, Sahara, kian memanas. Setelah Yai Mim lebih dulu melaporkan Sahara atas dugaan persekusi, penistaan agama, pencemaran nama baik, dan pelanggaran Undang-Undang ITE, kini Sahara melawan balik dengan melaporkan Yai Mim ke polisi atas dugaan pelecehan.

Sahara bersama kuasa hukumnya, Mochammad Zakki, mendatangi Polresta Malang Kota pada Rabu (8/10/2025) pagi untuk menyerahkan laporan resmi terkait dugaan pelecehan.

“Hari ini sesuai dengan yang pernah kami sampaikan sebelumnya, kami datang melaporkan yang bersangkutan (Yai Mim) berkaitan dengan pelecehan seksual,” ujar Zakki kepada wartawan.

Ketua LBH GP Ansor Kota Malang itu menegaskan bahwa laporan pelecehan ini berbeda dari laporan Sahara sebelumnya yang menyangkut dugaan pencemaran nama baik dan fitnah.

“Hari ini kita hanya menyerahkan surat laporan. Terkait bukti akan kami bawa dan serahkan saat akan pemanggilan pemeriksaan. Ini laporan baru, berkaitan dengan pelecehan. Yang sebelumnya dugaan pencemaran nama baik dan fitnah,” tegasnya.

Sehari sebelumnya, Selasa (7/10/2025), Yai Mim juga telah memenuhi panggilan Polresta Malang Kota sebagai saksi sekaligus menambah dua laporan baru terhadap Sahara.

Kuasa hukumnya, Agustian Siagian, menyebut laporan tambahan itu terkait dugaan persekusi dan penistaan agama. “Yang pertama ada laporan terkait persekusi, ada sekian pasal. Lalu yang kedua, laporan tentang penistaan agama,” jelas Agustian.

Dengan demikian, Yai Mim telah melaporkan Sahara dalam beberapa perkara sekaligus, mulai dari dugaan pencemaran nama baik, pelanggaran UU ITE, persekusi, hingga penistaan agama.

Pertikaian antara keduanya bermula dari persoalan parkir mobil. Sahara, yang memiliki usaha rental mobil, kerap memarkir kendaraan di depan rumah Yai Mim. Padahal, tanah di depan rumah tersebut sudah diwakafkan Yai Mim sebagai jalan umum. Hal itu membuatnya kesulitan keluar-masuk rumah hingga berujung protes.

Konflik semakin panas ketika Sahara memviralkan aksi Yai Mim yang berguling-guling di tanah dan berpura-pura stroke, diduga karena mendapat intimidasi dari Sahara dan seorang lainnya. Aksi itu menjadi bahan perbincangan publik dan memperuncing perseteruan.

Buntut panjangnya, Yai Mim bahkan sempat diusir dari lingkungan tempat tinggalnya. Belakangan terungkap bahwa pengusiran itu merupakan akal-akalan Ketua RT dan RW yang diduga bersekongkol dengan Sahara.

Meski sudah melaporkan balik Sahara, Yai Mim mengaku secara pribadi telah memaafkan tetangganya. “Semua saya maafkan. Menurut saya, mereka tidak salah, Sahara dan sebagainya itu. Kebenaran menurut subjek mereka masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, kubu Sahara memilih menunggu kelanjutan kasus. “Kita tunggu sajalah ya. Karena ini sudah masuk laporannya. Nanti bagaimana kelanjutannya, kita tidak tahu ke depan bagaimana,” kata Zakki.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.