Rabu, Juni 10, 2026

Romo Benny Susetyo Berpulang, Indonesia Kehilangan Tokoh Pancasila yang Berpengaruh


MELIHAT INDONESIA, PONTIANAK
– Kehilangan menyentuh masyarakat Indonesia dengan berpulangnya Benny Susetyo, yang lebih akrab disapa Romo Benny. Pria yang menjabat sebagai Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini tutup usia pada usia 55 tahun.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh mantan Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, yang menyatakan bahwa ia menerima informasi tentang kepergian Romo Benny pada dini hari.

“Betul, saya dapat info tersebut tadi pagi sekitar jam 05.30 WIB. Rahayu ing Palereman Gusti, Romo Benny Susetyo,” ucap Beka pada hari Sabtu (5/10/2024), menandai rasa kehilangan yang mendalam bagi banyak orang.

Penyakit yang Diderita dan Tempat Persemayaman
Romo Benny menghembuskan napas terakhir di RS Mitra Medika Pontianak pada pukul 00.15 WIB. Saat ini, jenazahnya sedang dibawa ke Malang untuk disemayamkan. Rencananya, proses pemakaman akan dilaksanakan pada Senin (7/10) di Pemakaman Sukun di Malang.

Romo Benny dikenal sebagai seorang tokoh yang sangat berdedikasi terhadap nilai-nilai Pancasila dan demokrasi. Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI), Alissa Wahid, mengenang komitmen Romo Benny yang tak tergoyahkan. Sejak muda, ia sudah mengikuti jejak ayahnya, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. “Kehilangan Romo Benny pasti akan terasa mendalam bagi bangsa ini,” ungkap Alissa.

Meskipun Romo Benny sudah lama berjuang melawan penyakit komplikasi diabetes, penyebab pasti kepergiannya belum diumumkan. “Dia sudah lama mengalami diabetes parah dan harus suntik insulin terus,” kata Alissa menyoroti kondisi kesehatan Romo Benny sebelum wafat.

Sosok Peduli dan Berani
Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), RD Paulus Christian Siswantoko, juga menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian Romo Benny. Ia menggambarkan sosok Romo Benny sebagai pribadi yang baik, peka, dan peduli terhadap kondisi bangsa. “Beliau memiliki kecintaan yang sangat besar untuk bangsa ini,” ujarnya.

Paulus menekankan bahwa Romo Benny adalah orang yang jujur dan berani menegur berbagai masalah yang bertentangan dengan nilai moral, etika, keadilan, dan toleransi. “Kehilangan sosok seperti Romo Benny sangat dirasakan, karena orang-orang dengan integritas dan dedikasi seperti beliau masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan bangsa ini,” kata Siswantoko.

Kepulangan Romo Benny di usia 55 tahun meninggalkan jejak yang mendalam dalam hati banyak orang. Ia akan dikenang sebagai salah satu tokoh yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan di Indonesia. Jenazahnya kini dibawa ke Rumah Duka Gotong Royong di Malang, di mana keluarga dan sahabat akan memberikan penghormatan terakhir. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.