Selasa, Mei 26, 2026

Sah Diresmikan Bupati, Lele Bioflok Kunden Siap Dukung Ketahanan Pangan Blora

Upaya penguatan ekonomi berbasis koperasi dan ketahanan pangan lokal terus digencarkan di Kabupaten Blora. Salah satunya melalui peresmian unit usaha budidaya ikan lele sistem kolam bioflok milik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden, Kecamatan Blora, Selasa (10/2/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, ditandai dengan pelepasan benih lele bersama perwakilan Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI, Forkopimda, Dinas Teknis, dan pengelola koperasi.

Ketua KKMP Kunden, Rohmah Yuli Fridayanti, menyampaikan bahwa unit usaha tersebut merupakan bantuan program Budidaya Ikan Tematik KKP RI yang pembangunannya dimulai sejak akhir 2025.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Bupati, dan Pak Lurah Kunden yang telah membantu kami sehingga KKMP Kunden bisa menerima bantuan peternakan budidaya lele dengan sistem bioflok ini. Pembangunan dilaksanakan sejak akhir 2025 lalu. Semuanya dibiayai KKP, mulai dari pendirian dan pembuatan kolam, pelatihan SDM, hingga bibitnya. Sehingga siap dioperasikan hari ini.

Mohon doanya semoga kami bisa menjalankan budidaya lele ini dengan baik, dan bermanfaat untuk mendukung ketahanan pangan di Kelurahan Kunden, serta memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar,” ungkal Rohmah.
Ia juga meminta dukungan Bupati terkait proses perizinan gedung, karena lahan yang digunakan merupakan aset Kemenpora RI.

Perwakilan Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI dari Balai Perikanan Jepara, Bayu Romadhona, menyebut Blora menerima bantuan terbanyak di wilayah eks Karesidenan Pati.

“Ada empat lokasi yang disetujui Pusat. Entah doa apa yang dipanjatkan Pak Bupati dan jajaran sehingga Blora disetujui di empat lokasi. Yang pertama di Kunden (Blora) ini, kemudian Kentong (Cepu), Kamolan (Blora), dan Sambongrejo (Sambong). Ternyata potensi di Kabupaten Blora ini luar biasa dan harus dikawal dengan baik,” ujarnya.

Bayu menegaskan bahwa keberhasilan budidaya ikan sangat ditentukan kualitas air.

“Ibarat jika pertanian kunci suksesnya kesuburan tanah, maka jika perikanan maka kuncinya adalah airnya yang menjadi media hidup ikan. Jika airnya sehat dan baik, maka ikan akan tumbuh dengan baik. Jika ikan tidak mau makan, jangan salahkan ikannya, harus dikoreksi kondisi airnya,” ucap Bayu Romadhona.
Ia menjelaskan TDS air Blora mencapai 900 ppm, sementara ikan tumbuh optimal di bawah 300 ppm.

“Sehingga dalam menyiapkan kolam untuk budidaya ikan, air di Blora ini harus diendapkan dulu beberapa hari baru nanti dialirkan ke kolam ikan,” lanjutnya.
Bantuan KKP untuk satu lokasi meliputi 24 kolam bioflok diameter 4 meter, sarana aerasi, listrik, jaringan air, lantai, atap peneduh, serta 60 ribu benih lele.

“Termasuk benihnya sebanyak 60 ribu ekor juga ada dari KKP. Peralatan untuk perawatan kualitas airnya juga ada meskipun sederhana. Semuanya lengkap, dan tenaganya diikutkan bimtek di Banyuwangi. Sehingga diharapkan, budidaya ini tidak hanya membawa nama baik KKMP Kunden saja, namun juga membawa nama baik Blora. Program ini jangan sampai gagal agar Pak Bupati tidak malu saat ditanya KKP di Jakarta,” harapnya.

Selain itu ia juga menekankan prinsip 3M dalam pengelolaan.

Pengelola diminta konsisten menerapkan prinsip 3M—manajemen air, pakan, dan sortir. Apalagi SDM sudah mendapat pelatihan di Banyuwangi, sehingga diharapkan budidaya ini menjadi contoh yang mandiri dan ramah lingkungan.

Nilai bantuan untuk satu lokasi mencapai sekitar Rp600 jutaan dari APBN 2025.
Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat.

“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri KKP yang telah memberikan empat lokasi budidaya lele sistem bioflok. Semoga nanti terus berkembang dan bisa dimanfaatkan hasilnya untuk mensupport pemenuhan kebutuhan MBG.

Kita berharap tidak hanya 4 titik yang sudah ada, nanti coba akan kita ajukan untuk wilayah Kecamatan lain model usaha seperti ini. Kemarin saya sudah meresmian usaha ayam petelur di Banjarejo, ini giliran lele. Tentunya kalau cocok akan terus kita kembangkan ke desa-desa yang berpotensi budidaya lele,” ungkap Bupati.

Ia juga akan menerbitkan regulasi untuk mendukung penyerapan hasil lokal.
“Jadi nanti akan kita terbitkan Perbup tentang Pemenuhan Kebutuhan SPPG dari potensi lokal, agar hasil pertanian dan peternakan kita bisa terserap. Termasuk budidaya ikan lele ini,” terangnya.

Terkait lahan KKMP Kunden, Bupati menyatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.

“Khusus terkait lahan KKMP Kunden ini, nanti akan kita rapatkan kembali bersama dengan pihak pihak terkait. Memang di Blora ini ada beberapa KKMP dan KDMP yang lahannya belum clear. Ada yang memakai tanah dibawah kelola Kementerian maupun aset BUMN seperti Perhutani maupun Pertamina. Sehingga akan kita koordinasikan lebih lanjut agar bisa bersama-sama mendukung KKMP dan KDMP program Bapak Presiden,” tambahnya.

Sementara itu, tenaga teknis budidaya, Aklis, menjelaskan teknis pengisian kolam.

“Satu kolam bioflok berdiameter 4 ini, harus diisi air yang sudah ditampung selama 7 hari. Agar TDS airnya pas untuk kolam lele. Satu kolam diisi 2.500 benih ikan lele berukuran 6-7 cm. Sehingga total dari 24 kolam diisi 60 ribu ekor. Untuk panen nanti menunggu perkembangan hingga usia tiga bulan kedepan. Selama 24 jam kolam diaerasi dengan gelembung udara menggunakan tenaga listrik,” terang Aklis.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.