Selasa, Mei 26, 2026

Satu Abad NU, Pagar Nusa Jateng Tunjukkan Kepedulian Lewat Apel Kemanusiaan

Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar Apel Kemanusiaan di Alun-alun Kabupaten Batang sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama.

Apel kemanusiaan tersebut diikuti oleh seluruh badan otonom NU, relawan tanggap bencana PCNU se-Jawa Tengah, serta jajaran pengurus PWNU. Hadir secara langsung Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah yang juga Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., sebagai bentuk dukungan dan komitmen terhadap gerakan kemanusiaan NU.

Apel dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH. Ahmad Rozin atau Gus Rozin, dan didampingi jajaran pengurus PWNU, para ketua badan otonom NU, serta Bupati Batang Mas M. Faiz Kurniawan selaku tuan rumah. Suasana apel berlangsung khidmat, penuh semangat kebersamaan, dan sarat nilai solidaritas sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Arief Rohman menyampaikan bahwa apel kemanusiaan ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus empati NU Jawa Tengah terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh banom NU dan relawan yang tanpa lelah hadir di garis depan membantu sesama.

“Seluruh banom dan relawan tanggap bencana PCNU se-Jawa Tengah ikut ambil bagian dalam apel ini. Bahkan sebagian masih bertugas langsung di daerah terdampak bencana seperti Aceh, Tegal, Pemalang, dan wilayah lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa momentum satu abad NU harus dimaknai lebih dari sekadar usia organisasi. Menurutnya, satu abad NU menjadi pengingat sekaligus penggugah semangat agar NU terus hadir di tengah umat, terutama saat masyarakat menghadapi musibah dan kesulitan.

“Ini bukan semata soal umur jam’iyyah, tetapi tentang seberapa dekat NU hadir, bergerak, dan memberi manfaat nyata bagi umat. Gotong royong dan kepedulian sosial harus terus menjadi napas perjuangan NU,” tegasnya.

Apel kemanusiaan ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni bela diri dari PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah.

Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta apel dan masyarakat yang hadir. Atraksi Pagar Nusa tidak hanya menunjukkan kekuatan fisik dan seni bela diri tradisional, tetapi juga mencerminkan disiplin, kebersamaan, dan semangat pengabdian.

Melalui kegiatan ini, PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah menegaskan perannya sebagai bagian integral dari keluarga besar NU yang siap berkontribusi dalam misi kemanusiaan, kebencanaan, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Apel Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah di Batang menjadi simbol kuat bahwa di usia satu abad, Nahdlatul Ulama terus meneguhkan diri sebagai jam’iyyah yang responsif, peduli, dan selalu hadir untuk umat dan bangsa.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.