BATANG – Kejadian luar biasa menggemparkan Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Sebanyak 244 orang yang terdiri dari siswa SD, TK, guru, hingga orang tua murid diduga mengalami keracunan massal seusai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Insiden ini bermula saat makanan program MBG didistribusikan pada Selasa (22/9). Menu yang disajikan hari itu terdiri dari nasi putih, mix sayur, tahu mendoan, telur bolognese, dan buah anggur. Selang beberapa jam setelah mengonsumsi sajian tersebut, para korban mulai bertumbangan dengan keluhan medis serupa, yakni mual, pusing, hingga muntah-muntah.
Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, ratusan korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Para pasien saat ini tengah dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Puskesmas Bawang, RSUD Limpung, dan RSUD Batang.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebaran korban berasal dari sejumlah sekolah, yakni SD 3 Bawang, SD Pasusukan, TK PAUD Al Ikhlas, TK PAUD Harapan Bunda, dan TK Pertiwi. Efek keracunan rupanya tidak hanya menyasar anak-anak, keluhan yang sama juga dialami oleh orang tua murid, lansia, serta para guru yang turut mengonsumsi porsi makanan tersebut.
Merespons insiden fatal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mengambil langkah cepat dan tegas. Distribusi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pendidikan Gizi (SPPG) yang berlokasi di kawasan KUD Desa Bawang resmi dihentikan sementara. Dapur umum tersebut diketahui beroperasi melayani sekitar 2.700 penerima manfaat setiap harinya.
Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang telah turun tangan untuk melakukan investigasi menyeluruh. Sampel sisa makanan dari menu hari itu telah diamankan dan dikirim untuk uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti pemicu keracunan massal.
Pemerintah setempat juga memberikan peringatan keras atas insiden ini. Jika nantinya dari hasil investigasi dan uji laboratorium terbukti ada kelalaian berat dalam proses penyediaan makanan, pihak pengelola dapur SPPG tersebut terancam sanksi penutupan secara permanen.