Kamis, Agustus 20, 2026

Warga Banjarbaru Berteriak! Banjarbaru Dikepung Kabut Asap Beracun Karhutla, Aktivitas Lumpuh!

BANJARBARU — Karhutla kembali membawa ancaman serius di Kalimantan Selatan. Kabut asap tebal menyelimuti Banjarbaru pada Rabu (19/8/2026), membuat kualitas udara memburuk dan jarak pandang turun drastis. BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 sempat mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik, jauh di atas ambang kategori berbahaya. 

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada transportasi udara. Jarak pandang di Bandara Internasional Syamsudin Noor menurun hingga mengakibatkan 12 penerbangan mengalami keterlambatan. Seluruh penerbangan yang terdampak kemudian kembali beroperasi setelah kondisi membaik. 

Kabut asap juga membuat masyarakat mengeluhkan kondisi udara yang tidak nyaman untuk dihirup. Tingginya konsentrasi partikulat halus menjadi perhatian karena paparan PM2.5 dalam jumlah tinggi dapat membahayakan kesehatan.

BMKG sebelumnya telah mengingatkan bahwa sejumlah wilayah Kalimantan Selatan memasuki periode kemarau dengan potensi kondisi lebih kering. Di Banjarbaru, puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada September 2026 sehingga kewaspadaan terhadap karhutla perlu ditingkatkan. 

Munculnya kembali kabut asap menjadi peringatan bahwa persoalan karhutla bukan sekadar tentang hutan dan lahan yang terbakar. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat melalui kualitas udara, kesehatan, hingga terganggunya aktivitas transportasi.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, pencegahan dan penanganan karhutla menjadi semakin penting agar kabut asap tidak meluas dan kembali menjadi krisis kesehatan serta lingkungan bagi masyarakat Kalimantan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.