MELIHAT NDONESIA, SEMARANG – Siapa bilang sejarah membosankan? Kali ini, kita akan membahas perjalanan beberapa kue terkenal di dunia yang justru bikin ngiler! Yuk, kita simak fakta-fakta manis berikut.
1. Onde-onde (Sesame Seeds Ball)
Onde-onde dikenal sebagai simbol kebahagiaan di Tiongkok. Pertama kali dibuat pada masa Dinasti Tang, kue ini awalnya disajikan untuk keluarga kerajaan. Namun, pada era Dinasti Han, onde-onde menjadi kudapan rakyat yang populer.
Kue ini terbuat dari tepung terigu dengan isian kacang manis dan dilapisi wijen sebelum digoreng. Kini, onde-onde bisa ditemukan hampir di seluruh dunia, terutama di restoran Cina dan dimsum.
2. Chocolate Chip Cookies
Siapa yang tak kenal dengan kue cokelat satu ini? Chocolate chip cookies ditemukan secara tak sengaja oleh Ruth Wakefield di Massachusetts, AS. Ia menggantikan cokelat kue yang habis dengan potongan cokelat semi-manis Nestlé.
Hasilnya? Potongan cokelat tidak menyerap ke dalam adonan, malah menciptakan tampilan unik yang ikonik hingga sekarang. Berkat perjanjian dengan Nestlé, resep ini tercantum di kemasan cokelat mereka, dan chocolate chip cookies pun mendunia!
3. Jumble
Jumble adalah camilan berbahan dasar tepung yang populer di Eropa pada abad ke-7. Kudapan ini sering dibawa sebagai bekal karena ketahanannya. Nama “Jumble” diduga berasal dari bahasa Latin, Geminus, yang berarti “kembar”.
Pada abad ke-18, varian Jumble cokelat menjadi favorit di Amerika Serikat. Kue ini biasanya dipanggang hingga kering tanpa proses perebusan seperti pretzel.
4. Speculaas
Berasal dari Belanda, Speculaas adalah biskuit renyah dengan motif unik yang tercetak dari cetakan kayu. Nama Speculaas berasal dari kata Latin speculum, yang berarti “kaca”.
Awalnya, kue ini dibuat untuk merayakan kelahiran Santo Nikolas pada 5-6 Desember. Kini, Speculaas juga menjadi camilan khas Natal yang disukai di Belanda, Belgia, dan Jerman.
5. Fortune Cookie
Kue kecil ini terkenal dengan pesan bijak di dalamnya. Meski sering ditemukan di restoran Cina, asalnya justru dari Kyoto, Jepang. Dikenal sebagai tsujiura senbei, kue ini awalnya dibuat dengan wijen dan kecap asin.
Setelah Perang Dunia II, kue ini dipopulerkan oleh masyarakat Cina sebagai peluang bisnis, dengan rasa yang lebih manis dan aroma vanila untuk menarik perhatian internasional.
6. Macaron
Macaron pertama kali muncul pada pernikahan Raja Henry II dari Perancis pada tahun 1553. Awalnya hanya berupa kue kecil berwarna-warni tanpa isi.
Pada tahun 2000-an, Pierre Desfontaines menambahkan krim di antara dua lapisan macaron, menciptakan versi modern yang kita kenal sekarang. Kue berbahan dasar almond ini kini menjadi ikon Perancis dan favorit pecinta manisan di seluruh dunia.
7. Brownies
Brownies muncul pada abad ke-19 di Chicago. Kue ini diciptakan oleh koki Hotel Palmer atas permintaan Bertha Palmer, seorang pebisnis wanita. Ia menginginkan hidangan penutup yang ringan namun tetap bercita rasa kue.
Topping asli brownies berupa kacang walnut dan lapisan aprikot. Kini, brownies sering disajikan dengan es krim, menjadikannya hidangan penutup yang mendunia.
8. Peanut Butter Cookie
Kue selai kacang pertama kali dibuat pada tahun 1902 di Pennsylvania, AS. Resep ini menyarankan penggunaan garpu untuk meratakan adonan, teknik yang memastikan kematangan merata.
Peanut butter cookies menjadi populer di Indonesia, terutama saat Lebaran, dan tetap digemari karena rasa khasnya yang gurih dan manis.
9. Gingerbread (Kue Jahe)
Kue jahe pertama kali muncul di Eropa pada abad ke-11, setelah jahe dibawa oleh pelaut dari Asia. Pada tahun 1296, kota Ulm, Jerman, mulai memproduksi kue jahe berbentuk anak kecil dengan senyuman.
Pada abad ke-16, tradisi membuat rumah-rumahan dari kue jahe diperkenalkan di Jerman sebagai bagian dari perayaan Natal, tradisi yang terus berlangsung hingga kini.
10. Spritz
Kue ini berasal dari Jerman dan negara-negara Skandinavia. Nama “Spritz” berasal dari bahasa Jerman, Spritzen, yang berarti “muncratan,” sesuai dengan cara pembuatannya.
Kue berbentuk huruf “S” atau “O” ini biasanya disajikan pada saat Natal. Tradisi membuat spritz sering diturunkan dari generasi ke generasi, bahkan di Indonesia kue ini dikenal sebagai kudapan Lebaran. (**)