Minggu, September 13, 2026

Suplai Merosot, Inflasi Bawang Merah Catat Rekor Tertinggi

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, komoditas bawang merah tercatat mengalami inflasi harga sebesar 30,75 persen pada April 2024. Angka tersebut menyumbang andil inflasi kumulatif sebesar 0,14 persen.

Catatan inflasi ini juga sekaligus yang tertinggi sejak Januari 2021.

Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan bahwa kondisi kenaikan inflasi terjadi karena suplai bawang merah yang merosot di beberapa wilayah.

Selanjutnya, Amalia menyebut kenaikan tingkat inflasi tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya angka curah hujan di Jawa Tengah bagian utara yang dicatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Maret 2024.

“Kami mencatat peristiwa (cuaca) ini berdampak pada harga bawang merah di April 2024. Kenaikan harga disebabkan karena terganggunya produksi di wilayah sentra karena banjir di sepanjang Pantura, seperti Brebes, Cirebon, Kendal, Demak, Grobogan, Pati, dan lain-lain,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/5/2024).

Selain bawang merah, komoditas tomat juga kembali mengalami inflasi setelah sebelumnya mengalami deflasi dua bulan berturut-turut.

Sementara itu, inflasi harga bawang putih sudah mulai menurun seiring dengan realisasi impor bawang putih yang meningkat pada Maret 2024.

“Tekanan inflasi daging ayam ras juga berkurang sejalan dengan peningkatan produksi dan juga produksi jagung pipilan kering pada Maret dan April 2024,” tandasnya. (tim)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.