Sejak merebak virus Covid-19 di sejumlah negara, frasa ‘social distancing’ begitu banyak didengar. Bahkan hingga ke telinga masyarakat yang harus mencari lagi apa itu arti ‘social distancing’. Virus yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dinyatakan sebagai pandemi global ini memang menjadi perhatian seluruh manusia di dunia.
Berdiam diri di rumah adalah anjuran WHO bagi seluruh masyarakat dunia untuk memutus penyebaran virus ini. Dan ketika itu disebutkan ‘social distancing’. Namun, sejak Jumat (20/3) kemarin, WHO resmi mengganti penggunaan frasa dari ‘social distancing’ menjadi ‘physical distancing’.
Ini untuk meluruskan pengertian bahwa yang diperlukan dari berdiam diri di rumah hanya untuk menjaga jarak secara fisik, bukan secara sosial. Bukan berarti kita tidak boleh berkomunikasi dengan teman atau keluarga dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Pada sebuah transkip dari WHO terdapat pernyataan teknologi saat ini telah sangat maju sehingga kita dapat tetap terhubung dengan banyak cara tanpa benar-benar secara fisik berada di ruangan yang sama, awalnya kita mengatakan sosial yang dijauhkan. Tapi kami mengubah dengan mengatakan jarak fisik, sehingga kami ingin orang-orang masih tetap terhubung satu sama lain.
Jarak Fisik, Bukan Hati

Pada keterangan pers yang telah mengacu pada jarak fisik, Direktur Jenderal baru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa untuk mengalahkan pandemic Covid-19 yang diperlukan adalah solidaritas, solidaritas, solidaritas. Solidaritas antar negara, antar usia dan solidaritas antar sesama.
Sehingga istilah ‘Physical Distancing’ dirasa lebih cocok daripada ‘social distancing’. Sebab di era saat ini, semua orang bisa berkomunikasi, bisa melakukan hubungan sosial dengan berbagai cara dengan tidak perlu bertemu langsung secara fisik.
Orang-orang bisa menyampaikan rasa solidaritasnya dengan cara apapun. Orang di satu negara bisa memberikan dukungan secara sosial meski secara fisik jauh untuk orang di negara lain dalam membangun solidaritas mengalahkan virus ini.
Mari ikuti dan taati anjuran untuk menjaga jarak secara fisik minimal dua meter. Ini hanya untuk sementara hingga virus ini benar-benar tak lagi jadi pandemi dunia. Sebab meski ada jarak secara fisik, selalu ada kedekatan dalam setiap hati seseorang sebagai mahkluk sosial.
Semoga pandemi ini segera selesai, dunia segera pulih untuk kembali beraktivitas.
Penulis: RikaSudjiman