MELIHAT IONDONESIA – Berpelukan dengan kekasih adalah salah satu bentuk ekspresi kasih sayang yang mendalam dan penuh makna. Pelukan bukan hanya sekadar kontak fisik, tetapi juga komunikasi emosional yang kuat.
Saat berpelukan, tubuh melepaskan hormon oksitosin, yang dikenal sebagai “hormon cinta” atau “hormon kebahagiaan,” yang membantu mempererat ikatan emosional antara dua orang.
Pelukan juga dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan, memberikan rasa aman dan nyaman, serta meningkatkan mood dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Secara psikologis, berpelukan dengan kekasih dapat memperkuat rasa saling percaya dan keintiman dalam hubungan. Pelukan dapat menjadi cara untuk menunjukkan dukungan dan pengertian tanpa harus mengucapkan sepatah kata pun. Ini sangat penting saat salah satu atau kedua pasangan menghadapi masa-masa sulit atau stres.
Pelukan yang hangat dan tulus dapat memberikan rasa tenang, mengurangi perasaan kesepian, dan memperkuat perasaan cinta dan kebersamaan.
Menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal American Psychosomatic Society, pelukan singkat atau beberapa menit, memegang tangan kekasih memberikan beberapa manfaat kesehatan yang cukup keren.
Berpelukan mengurangi kecemasan kita dan tingkat hormon stres berbahaya yang dilepaskan ke dalam tubuh kita. Ini adalah kabar baik bagi semua orang, karena tekanan darah tinggi menempatkan kita pada risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.
Dalam penelitan itu disebutkan, peneliti meminta dua kelompok peserta untuk berbicara tentang peristiwa yang membuat stres. Ini biasanya digunakan sebagai latihan penelitian karena menyebabkan
Pembacaan tekanan darah dari kelompok yang berbicara tentang peristiwa stres mereka tanpa kontak intim dengan pasangan mereka lebih dari dua kali lipat dari kelompok yang berpegangan tangan atau berpelukan. Detak jantung di antara non-pemeluk juga meningkat dua kali lipat.
Para peneliti mengaitkan pelepasan hormon oksitosin dengan menurunkan tekanan darah; mereka percaya kunci manfaat kesehatan oksitosin terletak pada kemampuannya untuk menangkal efek negatif dari hormon stres kortisol.
Tubuh kita membutuhkan hormon stres dalam situasi “lawan atau lari” seperti ketika kita melihat seorang anak jatuh ke kolam dan kita perlu berlari, melompat, berenang, dan mengangkatnya keluar. Adrenalin meningkatkan detak jantung kita, dan meningkatkan tekanan darah.
Kortisol, hormon stres utama, meningkatkan gula (glukosa) dalam aliran darah, dan meningkatkan penggunaan glukosa oleh otak sehingga kita memiliki lebih banyak energi dan fokus. Kortisol juga memperlambat fungsi tubuh yang tidak penting dalam situasi “lawan atau lari”.
Ini mengubah respons sistem kekebalan dan menekan sistem pencernaan, sistem reproduksi, memengaruhi suasana hati, motivasi, dan ketakutan.
Sangat mudah untuk melihat bahwa dalam masyarakat stres tinggi saat ini, banyak orang terus-menerus melepaskan hormon stres, sehingga tingkatnya tidak pernah turun.
Baca juga:Ayo Ambil Manfaat Renang Ini
Terlalu banyak kortisol dan adrenalin dalam tubuh kita dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan, terbukti dengan tingginya tingkat penyakit jantung, gangguan tidur, depresi, dan masalah pencernaan pada pria dan wanita modern.
Segala sesuatu yang alami yang menurunkan tekanan darah dan detak jantung di saat-saat stres patut ditambahkan ke dalam rutinitas harian kita. Jadi, peluk pasangan Anda, anak, orang tua, cucu, teman, rekan kerja, dan nikmati kesehatan yang lebih baik. (**)