MELIHAT INDONESIA – Laron adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk kepada serangga kecil yang tergolong dalam ordo Orthoptera, subordo Ensifera. Serangga-serangga ini memiliki tubuh yang ramping dengan dua pasang sayap, antena yang panjang, dan kaki belakang yang besar untuk melompat.
Saat merasa terancam atau dalam situasi stres yang ekstrim, beberapa spesies laron memiliki kemampuan untuk melepaskan sayapnya sebagai mekanisme pertahanan yang unik.
Tindakan ini dikenal sebagai autotomi sayap. Proses ini memungkinkan laron untuk melarikan diri dari predator dengan meninggalkan sebagian tubuhnya sebagai pengalih perhatian.
Setelah sayap dilepaskan, laron akan segera berusaha melarikan diri. Namun, mekanisme ini tidaklah fatal bagi laron, karena mereka dapat tumbuh kembali sayap baru dalam beberapa waktu.
Meskipun demikian, kehilangan sayap dapat membuat laron menjadi lebih rentan terhadap predator dan berpotensi mengurangi kemampuan terbang mereka untuk sementara waktu.
Menukil Anehdidunia.com, hampir semua serangga memiliki sayap. Dengan memakai sayapnya, serangga bisa terbang dan menempuh jarak yang begitu jauh. Namun selain untuk terbang, sejumlah serangga juga menggunakan sayapnya untuk keperluan lain.
Laron adalah serangga yang bakal semakin sering terlihat setiap kali musim hujan tiba. Pasalnya saat musim hujan, laron kerap terlihat beterbangan mengelilingi lampu. Tidak jarang laron yang muncul jumlahnya begitu banyak hingga mengganggu aktivitas orang-orang yang kebetulan sedang berada di dekat kerumunan laron.
Laron sendiri aslinya adalah sejenis rayap. Jika rayap normalnya tidak memiliki sayap dan tinggal di dalam kayu atau tanah, maka laron memiliki sayap dan bisa terbang bebas dengan mudah.
Tujuan laron terbang adalah untuk melakukan perkawinan dengan laron lainnya. Dalam kondisi normal, laron akan tinggal di dalam sarang rayap sambil diberi makan oleh rayap pekerja.
Namun saat musim kawin sudah tiba, laron akan keluar dari sarangnya untuk terbang secara bersama-sama.
Laron yang sedang terbang bakal senantiasa berada dalam bahaya. Pasalnya laron yang sedang terbang rawan dimakan oleh hewan-hewan pemangsa serangga. Entah itu burung, laba-laba, hingga kelelawar. Jika hujan kebetulan sedang turun, laron juga bisa terjebak oleh air hujan.
Jika laron berhasil melakukan perkawinan dengan selamat, laron jantan dan betina akan hinggap di tanah dan melepaskan sayapnya. Laron jantan dan betina yang sudah kehilangan sayapnya tersebut kemudian akan mulai menghasilkan keturunan dan membuat koloni rayap yang baru.
Kumbang Memiliki Dua Macam Sayap

Kumbang adalah jenis serangga yang amat banyak ragamnya. Pasalnya kumbang memiliki bentuk, ukuran, dan pola hidup yang amat berbeda satu sama lain.
Ada kumbang yang ukurannya sebesar telapak tangan manusia, namun ada juga kumbang yang ukurannya lebih kecil dari kuku manusia. Ada kumbang yang bentuknya panjang, namun ada juga kumbang yang bentuknya pendek dan nyaris bundar.
Meskipun kumbang memiliki wujud yang amat beragam, masing-masing kumbang juga memiliki kemiripan. Kemiripan tersebut adalah sayapnya yang terdiri dari 2 tipe.
Kumbang memiliki 2 pasang sayap, yaitu pasangan sayap depan dan pasangan sayap belakang. Sayap depan kumbang bentuknya kaku dan tebal, sementara sayap belakangnya berwarna bening dan berukuran lebih besar.
Saat kumbang sedang tidak terbang, kumbang akan melipat sayap belakangnya di bawah sayap depannya. Karena sayap depannya tebal dan keras, kumbang bisa menggunakan sayap depannya untuk melindungi diri dari pemangsa dan benda-benda yang jatuh menimpa tubuh kumbang.
Meskipun berguna sebagai pelindung, kumbang tidak bisa menggunakan sayap depannya untuk terbang. Saat sedang terbang, kumbang hanya akan merentangkan sayap depannya tanpa dikepakkan. Sayap belakangnya di lain pihak akan mengepak-ngepak cepat.
Walaupun tidak dikepakkan, bukan berarti sayap depan kumbang tidak berguna sama sekali saat terbang. Kumbang bisa menggunakan sayap depannya untuk mengubah kecepatan dan membelok. (**)