MELIHAT INDONESIA – Wacana mengenai penarikan dana Muhammadiyah dari BSI muncul pertama kali pada 2020.
Hal itu tak lama setelah sejumlah bank syariah BUMN melakukan merger menjadi BSI.
Diketahui, PT Bank Syariah Indonesia merupakan hasil merger BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri (BSM).
Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas saat itu mengatakan, pihaknya mengkaji terkait penarikan dana Muhammadiyah dari BSI tersebut.
Alasannya, karena setelah bank syariah hasil merger akan jadi bank syariah milik negara yang besar dan kuat.
Karena semakin kuat, maka bank itu akan fokus pada pembiayaan-pembiayaan berskala besar saja.
Sementara menurut dia, Muhammadiyah memiliki komitmen memajukan ekonomi umat dan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Oleh karena itu, mungkin sudah waktunya bagi Muhammadiyah untuk tidak lagi perlu mendukung Bank Syariah Indonesia itu dengan memindahkan semua dana yang ditempatkan di bank syariah lain,” kata Anwar Abbas dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (16/12/2020).
Saat itu Anwar tidak menyebut detail jumlah dana yang bisa ditarik dari bank syariah BUMN tersebut.
Namun, ia mengatakan jumlah institusi besar di bawah Muhammadiyah sangat banyak yang simpanan di perbankan syariah BUMN.
Ada sebanyak 170 perguruan tinggi, 400 rumah sakit, 340 pesantren, dan sekitar 28.000 lembaga pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah.
Anwar menyebut, empat perguruan tinggi Muhammadiyah di Yogyakarta saja memiliki Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja, masing-masing sekitar Rp300 miliar-Rp500 miliar per tahun.
Pihaknya menampik jika kajian penarikan dana itu dilakukan karena pengurus Bank Syariah Indonesia itu tidak ada dari kalangan Muhammadiyah.
“Saya tidak mengatakan kami mau minta jabatan. Kalau bank BUMN Syariah ini menunjukkan komitmen akan melakukan fokus bisnis mayoritas ke segmen UMKM akan sangat kami dukung.”
“Bisa 50 persen saja, saya yang akan paling depan memberikan dukungan,” tegas Anwar.
BSI angkat bicara
Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar angkat bicara mengenai PP Muhammadiyah mengalihkan dana simpanannya dari pihaknya.
Wisnu mengatakan bahwa pihaknya akan selalu berkomitmen dalam melayani dan mengembangkan ekonomi umat.
“Terkait pengalihan dana oleh PP Muhammadiyah, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dan siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder,” ungkap Wisnu.
Ia mengaku, BSI akan terus mengembangkan sektor perekonomian terutama dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi bangsa.
Pihaknya juga berkomitmen untuk menjadi bank modern dan inklusif yang melayani seluruh lapisan masyarakat.
BSI juga senantiasa berkomitmen memenuhi ekspektasi seluruh pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip adil, seimbang, dan bermanfaat (maslahat) sesuai syariat Islam.
Per Maret 2024, BSI telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,2 triliun.
Pembiayaan itu didominasi untuk sektor UMKM sebesar Rp46,6 triliun. (*)