Hasil uji laboratorium mengungkap fakta mengejutkan di balik keracunan massal yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Sampel lauk sumber protein ditemukan positif terkontaminasi tiga bakteri sekaligus: E. coli, Staphylococcus, dan Salmonella.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut pada Selasa (11/8/2026). Sampel ayam dan telur puyuh yang diperiksa dinyatakan mengandung ketiga bakteri tersebut.
Keracunan massal terjadi pada akhir Juli 2026 dengan total 707 korban, terdiri dari 693 siswa dan 14 guru. Mereka mengalami gejala mual, muntah, hingga diare. Sebanyak 698 orang mendapat penanganan di lokasi, sementara sembilan lainnya sempat dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit.
Dinkes Semarang menduga kontaminasi berkaitan dengan proses penyimpanan, pengendalian suhu makanan yang tidak sesuai standar, serta kurangnya kebersihan penjamah makanan. Bakteri Staphylococcus, misalnya, dapat berasal dari kulit dan berpindah ke makanan akibat kebersihan tangan yang tidak terjaga.
Sebagai tindak lanjut, Dinkes bersama puskesmas akan memperketat pengawasan keamanan pangan di seluruh SPPG. Uji sampling mikrobiologi serta pemeriksaan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna akan dilakukan rutin di 180 titik SPPG di Kota Semarang.
Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kesehatan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program MBG.