Kesal karena terus dijadikan bahan olokan, seorang pegawai Diskominfo Kutai Kartanegara (Kukar) berinisial MA diduga nekat membawa puluhan liter bensin dan membakar ruang rapat kantornya. Aksi tersebut sontak menghebohkan lingkungan kantor dan berujung pada diamankannya MA oleh polisi.
MA yang bekerja sebagai operator call center disebut merasa tertekan setelah foto dirinya beberapa kali diambil rekan kerja, kemudian disebarkan di grup percakapan, dijadikan bahan candaan, bahkan dibuat menjadi stiker.
“Motifnya, dia pernah merasa kesal dengan lingkungan Diskominfo, karyawan lain, karena dirinya sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker. Di-bully,” kata Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, Rabu (12/8).
Polisi menduga MA telah mempersiapkan aksinya dengan membeli sekitar 30-40 liter Pertalite. Bahan bakar tersebut kemudian dibawa ke ruang rapat pada Selasa (11/8) pagi.
Api yang muncul berhasil dipadamkan sebelum meluas. Petugas Damkar bersama karyawan Diskominfo langsung melakukan penanganan, sementara polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk galon yang diduga digunakan membawa bensin.
Polisi masih memeriksa MA dan sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi lengkap serta memastikan motif dan unsur pidana dalam kasus tersebut. Status hukum MA juga belum ditetapkan karena perkara masih dalam tahap penyelidikan.