MELIHAT INDONESIA – KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih akrab dikenal sebagai Gus Baha, selalu menunjukkan kebijaksanaan dan kasih sayang dalam setiap tindakan dan ucapannya. Dalam sebuah ceramah yang diunggah di kanal YouTube @ngajigusbaha., Gus Baha membagikan pengalaman berharga yang mengajarkan tentang kesalehan, toleransi, dan pentingnya tidak menghakimi berdasarkan penampilan.
Pertemuan dengan Seorang Muslimah
Gus Baha menceritakan bahwa ia pernah bertemu dengan seorang wanita muslimah yang berpakaian tidak sesuai dengan syariat Islam. Namun, yang menarik adalah sikapnya yang tetap menghargai wanita tersebut. “Saya pernah ketemu orang yang pakaiannya tidak syari,” ujar Gus Baha, tapi ia juga menekankan bahwa meskipun pakaian wanita itu tidak Islami, kehadirannya di masjid untuk beribadah adalah sesuatu yang patut dihargai.
Sikap Bijaksana dalam Menilai
Seseorang pernah bertanya kepada Gus Baha, mengapa ia tetap tegur sapa dengan wanita yang berpakaian tidak Islami. Dengan bijak, Gus Baha menjelaskan bahwa keinginan wanita itu untuk sholat dan mendekatkan diri kepada Allah jauh lebih penting daripada sekadar penampilan luar. “Dia tidak berpakaian Islami, itu nyata, tapi dia ke masjid, itu Islami,” tegasnya.
Mengutamakan Esensi Ibadah
Gus Baha mengingatkan bahwa yang terpenting dalam ibadah adalah niat dan pelaksanaan yang benar, bukan sekadar penampilan. “Ketika dia ingin sholat dan tetap sholatnya pakai takbir, rukuk, dan sujud, itu Islami,” ujarnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kita menghargai niat baik seseorang, terlepas dari bagaimana mereka terlihat di mata orang lain.
Jangan Cepat Menghakimi
Lebih jauh, Gus Baha mengajak untuk tidak cepat menghakimi seseorang hanya karena penampilan luar mereka. “Wong setelah di masjid ya pakai mukena,” kata Gus Baha, menekankan bahwa ketika di dalam masjid, wanita tersebut tetap mengikuti aturan sholat yang benar. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk melihat seseorang dari sisi kebaikannya, bukan hanya dari apa yang tampak di luar.
Pelajaran dari Al-Quran
Dalam ceramahnya, Gus Baha juga mengutip ayat dari Surat Az-Zalzalah yang mengajarkan bahwa setiap kebaikan dan keburukan, sekecil apapun, akan diberikan balasan oleh Allah. “Quran ya cerita fa may ya’mal mithqāla żarratin khairay yarah, wa may ya’mal mithqāla żarratin syarray yarah,” kata Gus Baha, yang berarti bahwa setiap amal, baik atau buruk, akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Adil dalam Menilai
Gus Baha menutup dengan pesan penting untuk selalu mengingat kedua sisi dari seseorang, kebaikan dan kesalahannya.
“Apa susahnya sih ingat dua-dua sisi,” ujarnya. Dengan begitu, kita diajarkan untuk selalu bersikap adil dan bijaksana dalam menilai orang lain, tidak hanya berdasarkan penampilan luar, tetapi juga dari niat dan usaha mereka untuk menjadi lebih baik. (**)