Kamis, Juli 23, 2026

Dampak Berbahaya Penggunaan Gas Air Mata, Ancaman Serius bagi Kesehatan

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Penggunaan gas air mata oleh aparat keamanan dalam mengendalikan massa masih sering terjadi di Indonesia, terutama dalam situasi demonstrasi di berbagai kota besar. Namun, tahukah Anda bahwa paparan gas air mata memiliki risiko serius bagi kesehatan manusia?

Gas air mata sering digunakan oleh kepolisian untuk membubarkan kerumunan massa. Namun, paparan bahan kimia ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan berbagai efek negatif pada tubuh. Baru-baru ini, sebuah video viral di media sosial menunjukkan anak-anak yang menjadi korban paparan gas air mata saat aparat membubarkan demonstrasi di Semarang, Jawa Tengah.

Video yang diunggah oleh akun @aingriwehuy di platform X (sebelumnya Twitter) memperlihatkan anak-anak yang berlindung di dalam masjid, menutupi hidung dan mulut mereka setelah terkena gas air mata. Beberapa dari mereka juga mengoleskan pasta gigi di wajah untuk mengurangi efek dari gas tersebut. Tidak hanya anak-anak, sejumlah mahasiswa juga terlihat berlindung di dalam masjid yang sama.

Paparan gas air mata dapat menimbulkan berbagai efek negatif yang langsung dirasakan, seperti perih dan panas di area mata serta kesulitan bernapas. Namun, dampaknya tidak berhenti di situ—ada bahaya kesehatan lain yang lebih serius.

Bahaya Paparan Gas Air Mata

Gas air mata sebenarnya bukan terbuat dari air mata, melainkan dari bahan kimia berbahaya, yaitu chlorobenzylidenemalononitrile (CS). Karena komposisinya yang bersifat iritan, gas ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa dampak berbahaya yang bisa muncul akibat terpapar gas air mata:

Sesak Napas
Salah satu efek paling umum adalah sesak napas, yang dapat membuat korban merasa seperti tercekik. Pada kondisi tertentu, hal ini bahkan dapat memicu kegawatan napas atau respiratory distress, yang sangat berbahaya.

Iritasi pada Tubuh
Gas air mata bersifat iritan dan dapat menyebabkan iritasi pada mukosa serta sel-sel lain di tubuh. Gejalanya termasuk hidung terasa panas, hidung berair, tenggorokan panas dan serasa tercekik, batuk, serta nyeri dan sesak di paru-paru.

Kerusakan Jaringan Paru-Paru
Paparan gas air mata yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan paru-paru. Korban mungkin mengalami batuk menetap dan sesak napas yang terus-menerus.

Mata Terbakar
Gas air mata juga dapat menyebabkan iritasi mata yang parah, termasuk penglihatan kabur dan rasa perih yang intens, membuat mata berair terus-menerus.

Penggunaan gas air mata sebagai alat pengendalian massa memang kontroversial, mengingat risiko kesehatannya yang signifikan. Penting bagi masyarakat untuk menyadari bahaya ini dan mencari perlindungan serta penanganan yang tepat jika terpapar. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.