Rabu, Mei 27, 2026

Karomah Kewalian Mbah Moen Diungkap oleh Ustadz Adi Hidayat

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Salah satu karomah kewalian KH Maimoen Zubair, yang lebih dikenal sebagai Mbah Moen, mungkin masih jarang diketahui oleh masyarakat luas. Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan kisah-kisah kewalian dan karomah dari almarhum Mbah Moen yang menonjol dalam keteladanan berzikir serta kecintaannya terhadap Sayidah Khadijah.

UAH mengungkapkan betapa luar biasa keteladanan Mbah Moen dalam menjalani hidupnya dengan meneladani dzikir yang dilakukan oleh Sayidah Khadijah. “Mbah Moen sangat populer dalam membahas Sayidah Khadijah. Dzikir dan keteladanan yang luar biasa,” ujar UAH, dikutip dari kanal YouTube @KLIKISLAM.

Menurut UAH, Mbah Moen tidak hanya mempelajari tetapi juga mengamalkan ajaran-ajaran dari istri Rasulullah SAW tersebut. Salah satu keinginan besar Mbah Moen yang sering dipanjatkan dalam doanya adalah untuk wafat di Makkah, di tempat yang dekat dengan makam Sayidah Khadijah. “Mbah Moen sangat menginginkan wafatnya di Makkah, di tempat yang dekat dengan sosok yang diteladaninya dan dicintainya,” kata UAH.

Keinginan tersebut akhirnya terkabul dengan cara yang luar biasa. “Walaupun sudah penuh kuburan di Ma’la, Makkah, atas izin Allah, Mbah Moen bisa dimakamkan di sana, dekat dengan makam Sayidah Khadijah,” jelas UAH. Hal ini menunjukkan betapa Allah mengabulkan doa hamba-Nya yang tulus.

UAH yang pernah berziarah ke makam tersebut, menceritakan pengalamannya, “Saya sudah ziarah ke sana, sudah tahu ini Sayidah Khadijah, ini Mbah Moen,” ungkapnya. Ia merasa sangat terkesan dengan ketenangan dan keberkahan tempat tersebut.

Selain Mbah Moen, UAH juga menyebut beberapa tokoh ulama lain yang dimakamkan di Makkah, termasuk Pak Kiai Yahya dan Syekh Nawawi Albantani. “Di situ juga ada Pak Kiai Yahya, Mukhlis Yahya, dan Syekh Nawawi Albantani. Mereka semua orang-orang luar biasa,” tambah UAH.

Kisah kewalian dan karomah Mbah Moen ini, menurut UAH, adalah bukti nyata bahwa keikhlasan dan ketulusan dalam beribadah akan selalu mendapat balasan dari Allah. “Ini adalah bukti bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang tulus dan ikhlas,” tegas ulama muda ini.

UAH berharap kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah dan meneladani para tokoh agama yang memiliki keteguhan iman dan ketulusan hati. “Semoga kita bisa meneladani Mbah Moen dalam dzikir dan kecintaannya kepada Allah,” harap UAH. Ia juga menekankan bahwa kisah Mbah Moen adalah contoh nyata dari keberkahan hidup yang diperoleh melalui ketulusan hati dan keikhlasan dalam beribadah. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.