Kamis, Agustus 13, 2026

Curhat Fanny Soegi Eks Vokalis Soegi Bornean, Derita di Balik Lagu Viral Asmalibrasi

MELIHAT INDONESIA – Eks vakolis band ternama asal Semarang Soegi Bornean; Fanny Soegi, kembali mencurahkan isi hatinya, berkait dengan grup musik yang pernah digawanginya tersebut.

Fanny yang kini memilih bersolo karier mengunggah curhatannya melalui akun X (dulu Twitter) miliknya @fannysoegi, Minggu (8/9/2024).

Ia menumpahkan rasa kesal dan marah dalam curhatannya itu. Musababnya, pencipta lagu viral Asmalibrasi, hingga kini masih hidup miskin dan tak mendapatkan royalti sebagaimana mestinya.

Sementara, orang yang tak berhak atas lagu itu, menurut Fanny, kini bisa bisa berfoya-foya.

Menurut Fanny, seharusnya pencipta lagu Amalibrasi yang mengangkat nama band Soegi Boernean itu berhak mendapat royalti hingga ratusan juta rupiah.

“Bayangin aja, lagu Asma ini yang kalian denger di mana2, penciptanya sampai minjem uang untuk bayar sekolah anaknya. Nominal dari royalti lagu ini nggak main2, setengah Milyar lebih ada, tapi justru orang2 yang nggak punya hak dapat paling banyak & nggak transparan,” cuit Fanny.

Lebih parah, sambung Fanny, orang yang sebenarnya tak berhak atas royalti lagu Asmalibrasi itu, selain berfoya-foya juga bisa membeli dua mobil.

“Orang-orang yang nggak berhak bisa beli 2 mobil sekaligus, gitar mahal, foya2. Sedangkan pencipta lagu Asma masih ngontrak di Jogja, mana atapnya jebol lagi,” kata Fanny.

Menurut vokalis kelahiran Semarang ini, tujuannya speek-up ini bukan soal nominal yang telah dijarah oleh orang tak berhak.

Melainkan, soal hati nurani sebagai orang-orang yang berkiprah di dunia musik.

“Bukan nominal yang ku garis bawahi, tapi nurani kalian. Band2 an kok serakah, nggak keren blas,” ucapnya.

Perihal ini, Fanny pun meretweet cuitannya pada 12 Juli 2024.

“Band-band an kok korupsi, ndak keren,” tegasnya.

Perihal nama band yang menggunakan namanya, Fanny pun menjawab pertanyaan dari netizen.

“Sebelum menjadi Band, projek awalnya itu aku soloist. Tapi aku belum berkenan untuk solo, akhirnya jadilah nama itu,” kata dia.

“Aku masih inget banget ketika aku mau keluar dari Band itu dan dihadapkan orang2 HAKI, aku diharuskan membayar namaku sendiri yakni “Soegi” kalau aku keluar dengan entitas yang baru. Ada rekamannya lagi,” jelas Fanny lebih lanjut.

“Sekarang aku nggak takut ancaman, aku perempuan, aku berpegang teguh keadilan,” tegasnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.