MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Ziarah kubur merupakan salah satu praktik yang dikenal luas di kalangan umat Islam. Kegiatan ini sering kali dilakukan untuk mendoakan orang yang telah meninggal, sekaligus sebagai pengingat akan kehidupan akhirat. Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan keabsahan atau hukumnya dalam Islam. Menjawab hal ini, Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan penjelasan yang dikuti dari salah satu tayangan di kanal YouTube @ummuhaniya.
Menurut Ustadz Adi Hidayat, ziarah kubur adalah salah satu amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Beliau menjelaskan bahwa ziarah kubur bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah wafat, tetapi juga sebagai sarana untuk merenungi kematian. “Dengan ziarah, kita tidak hanya mendoakan orang yang sudah tiada, tetapi juga diingatkan untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat,” jelas Ustadz Adi.
Dalam tradisi Nahdliyyin, ziarah kubur sudah menjadi kebiasaan yang dipelihara sejak lama. Biasanya, kegiatan ini disertai dengan pembacaan tahlil, Surat Yasin, dan doa-doa lainnya yang ditujukan kepada almarhum. Artikel dari situs jatim.nu.or.id menyebutkan bahwa tradisi ini sangat penting dalam mempererat hubungan antara keluarga yang masih hidup dengan leluhur mereka.
Landasan Hadis tentang Ziarah Kubur

Salah satu dalil yang mendasari anjuran ziarah kubur adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Thabrani dari Abu Hurairah. Dalam hadis tersebut disebutkan:
مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِيْ كُلِّ جُمُعَةٍ غُفِرَ لَهُ وَ كُتِبَ لَهُ بَرًا
Artinya: “Siapa saja yang menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya tiap hari Jumat, maka diampuni dosa-dosa (kecil) nya dan dia dicatat sebagai orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya.”
Hadis ini menggarisbawahi pentingnya ziarah kubur, khususnya kepada kedua orang tua, sebagai bentuk bakti seorang anak. Selain itu, waktu terbaik untuk melaksanakan ziarah juga disebutkan dalam Hasyiyah Bujairami Juz 1/497, yaitu dari Kamis sore hingga Sabtu pagi. Disebutkan:
رُوحُ الْمَيِّتِ لَهَا ارْتِبَاطٌ بِقَبْرِهِ وَلَا تُفَارِقُهُ أَبَدًا لَكِنَّهَا أَشْدُّ ارْتِبَاطًا بِهِ مِنْ عَصْرِ الْخَمِيسِ إلَى شَمْسِ السَّبْتِ
Artinya: “Ruh mayit memiliki ikatan dengan kuburnya dan tidak akan terpisah darinya selama-lamanya, terlebih pada Kamis sore hingga Sabtu pagi.”
Adab dan Doa dalam Ziarah Kubur
Ketika berziarah, terdapat adab-adab tertentu yang perlu diperhatikan, seperti mengucapkan salam kepada penghuni kubur. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim disebutkan:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Artinya: “Salam untuk kalian wahai kaum mukmin (penghuni makam), sesungguhnya kami insyaallah akan menyusul kalian.”
Selain itu, doa tambahan yang diriwayatkan oleh Abu Dawud juga dianjurkan untuk dibaca:
زَادَ أَبُو دَاوُد اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُمْ
Artinya: “Ya Allah, jangan Engkau tolak kami untuk mengirim pahala kepada mereka, dan jangan Engkau fitnah kami sepeninggal mereka.”
Manfaat Ziarah Kubur

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ziarah kubur memberikan manfaat besar, baik bagi yang meninggal maupun yang masih hidup. Dengan mendoakan almarhum, kita juga diingatkan untuk selalu berbuat baik selama hidup di dunia. “Ziarah kubur adalah bentuk ibadah yang mendidik hati untuk selalu sadar akan kematian, sehingga meningkatkan ketakwaan kepada Allah,” tambah beliau.
Namun, Ustadz Adi juga mengingatkan agar ziarah dilakukan dengan niat yang benar. Kegiatan ini tidak boleh disertai dengan keyakinan yang menyimpang, seperti memohon sesuatu kepada kuburan. Selama tujuannya mendoakan dan mengambil pelajaran, ziarah kubur justru menjadi amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Ziarah kubur bukan hanya tradisi, tetapi juga ibadah yang dianjurkan dengan syarat dilakukan sesuai tuntunan Islam. Amalan ini memiliki nilai spiritual yang tinggi, baik untuk mendoakan orang yang telah meninggal maupun sebagai sarana introspeksi bagi yang masih hidup. Oleh karena itu, menjadikan ziarah kubur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari dapat memperkaya jiwa dan meningkatkan kesadaran akan kehidupan setelah mati. (**)