Rabu, Mei 27, 2026

Jangan Langsung Makan! Ini yang Harus Dilakukan Setelah Doa Buka Puasa

MELIHAT INDONESIA, BANDUNG – Berbuka puasa bukan sekadar mengisi perut setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Ada momen emas yang sering diabaikan oleh banyak orang, padahal inilah saat di mana doa lebih mudah dikabulkan. Jika selama ini setelah membaca doa langsung menyambar makanan, sudah saatnya mengubah kebiasaan!

Pendakwah ternama, Ustadz Adi Hidayat, mengingatkan bahwa berbuka bukan hanya soal memenuhi kebutuhan fisik. Rasulullah SAW telah mencontohkan adab berbuka yang bukan sekadar menyantap hidangan, melainkan juga kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan doa-doa mustajab.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ada dua doa yang bisa dibaca ketika berbuka puasa. Yang pertama:

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah tetap pahala, insya Allah.”

Doa kedua adalah:

Allâhumma laka shumtu, wa ‘ala rizqika afthartu.

Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki dari-Mu aku berbuka.”

Namun, setelah membaca doa, jangan buru-buru melahap makanan berat, apalagi gorengan yang berpotensi mengganggu pencernaan. Menurut Ustadz Adi Hidayat, Rasulullah SAW memberikan teladan untuk berdoa setelah berbuka sebelum beranjak ke makanan utama.

“Hambaku menahan lapar karena-Ku, menahan minum karena-Ku, menahan syahwatnya karena-Ku, dia puasa ikhlas karena-Ku, maka Aku akan berikan apa yang dia mintakan khusus dari-Ku.” (Hadits Qudsi)

Penjelasan ini dikutip dari kanal YouTube @Khalifahproduction23, yang membahas keutamaan berdoa sebelum benar-benar mengisi perut dengan makanan.

Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa waktu setelah berbuka adalah saat terbaik untuk memanjatkan doa karena Allah SWT lebih mudah mengabulkannya. Tidak ada batasan doa khusus yang harus dipanjatkan, sehingga umat Islam bebas memohon apapun yang diinginkan.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya berbuka dengan cara yang sehat. Mengawali dengan air putih atau kurma, sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, lebih dianjurkan daripada langsung menyantap makanan berat. Kebiasaan ini tidak hanya mengikuti sunnah, tetapi juga lebih baik bagi kesehatan pencernaan.

Mengenai adab berbuka, Ustadz Adi Hidayat mengingatkan agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Banyak orang tergoda untuk makan berlebihan setelah menahan lapar seharian, padahal hal itu justru bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan dan mengurangi kekhusyukan ibadah selanjutnya.

Selain itu, beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadhan. Buka puasa bukan sekadar jeda untuk makan, tetapi juga kesempatan emas untuk meningkatkan ketakwaan. Maka, setelah berbuka sebaiknya jangan lupa untuk segera melaksanakan sholat Maghrib berjamaah sebelum kembali menikmati hidangan utama.

Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga melatih kesabaran dan kedisiplinan. Dengan memperhatikan adab berbuka yang benar, kita tidak hanya mendapatkan manfaat jasmani, tetapi juga rohani. Oleh karena itu, biasakan untuk mengutamakan doa sebelum menyantap makanan agar berkah puasa semakin sempurna.

Di bulan Ramadhan ini, mari manfaatkan setiap momen dengan lebih bijak. Jangan biarkan kesempatan emas ini berlalu begitu saja. Sebab, berbuka bukan hanya soal makanan, tetapi juga soal bagaimana kita semakin dekat dengan Allah SWT. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.