Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tidak menjadikan hasil survei opini publik sebagai patokan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Menurutnya, seluruh kebijakan yang diambil Presiden Prabowo Subianto tetap berlandaskan kebutuhan masyarakat, bukan demi mengejar angka kepuasan ataupun elektabilitas.
Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo saat merespons survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan. Dalam survei itu, tingkat kepuasan publik tercatat turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
Meski demikian, Prasetyo menilai hasil survei tidak akan mengubah arah kerja pemerintah. Ia menegaskan seluruh kementerian dan lembaga tetap diminta menjalankan program sesuai prioritas yang telah ditetapkan Presiden.
“Kami meyakini apa yang diputuskan oleh Bapak Presiden, program yang sekarang dikerjakan oleh seluruh kementerian dan lembaga karena memang semua berorientasi untuk kepentingan masyarakat. Kami tidak pernah bekerja untuk mengejar sebuah survei,” ujar Prasetyo kepada wartawan dalam perjalanan dari Batang, Jawa Tengah, menuju Jakarta menggunakan Kereta Api Nusantara Explorer, Kamis (30/7).
Ia menambahkan, pemerintah saat ini masih memusatkan perhatian pada percepatan berbagai program strategis nasional. Di antaranya penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, industrialisasi, hingga hilirisasi yang dinilai menjadi fondasi pembangunan jangka panjang.
Menurut Prasetyo, keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut akan menjadi tolok ukur utama kinerja pemerintah, terlepas dari dinamika penilaian yang muncul dalam berbagai hasil survei.