JAKARTA – Hasil survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menyikapi situasi ini, loyalis Joko Widodo, Dede Budhyarto, melontarkan kritik tajam kepada para pendukung garis keras pemerintah yang dinilai justru sibuk bertikai di internal barisan.
Melalui akun X pribadinya pada Minggu (27/9), Dede membeberkan hasil survei Poltracking periode 14–20 Agustus 2026. Data menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo-Gibran saat ini menyentuh angka 55,1 persen, sementara 40,2 persen responden menyatakan tidak puas, dengan tingkat kepercayaan berada di 63,2 persen. Jajak pendapat ini melibatkan 1.220 responden dengan margin of error (MoE) ±2,9 persen.
Mantan Komisaris PT Pelni ini secara khusus menyoroti tren penurunan angka kepuasan yang terjadi secara beruntun sejak akhir tahun lalu. Pada Oktober 2025, kepuasan publik tercatat masih sangat tinggi di level 78,1 persen. Namun, angka tersebut terus merosot menjadi 74,1 persen (Maret 2026), 72,2 persen (Mei 2026), anjlok ke 58,4 persen (Juli 2026), hingga tersisa 55,1 persen pada Agustus bulan lalu.
Dilihat dari rincian sektoral, penilaian terendah dari publik berada di bidang ekonomi yang hanya meraup kepuasan 41,8 persen. Sebaliknya, sektor pendidikan mencatatkan tingkat kepuasan tertinggi sebesar 63,9 persen.
Merespons anjloknya tren tersebut, Dede menyayangkan sikap kubu loyalis pemerintah yang dianggap salah langkah. “Pendukung garis kerasnya tidak berusaha bagaimana menaikkan tren yang terus tergerus turun, malah sibuk nyerang yang sebarisan,” pungkasnya.