Sebuah video yang diduga memperlihatkan calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan mengikuti pelatihan berjalan di atas bara api atau firewalk menjadi perbincangan di media sosial. Rekaman tersebut memicu beragam reaksi, terutama terkait relevansi metode pelatihan itu dengan tugas para peserta di masa mendatang.
Dalam video yang beredar, sejumlah peserta tampak bergantian melintasi bara api sambil didampingi instruktur. Setelah menyelesaikan tantangan tersebut, peserta terdengar meneriakkan yel-yel “Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek, Jaya!”.
Unggahan itu kemudian menjadi viral setelah dibagikan oleh Melanie Subono melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat (31/7).
Melanie mempertanyakan tujuan pelatihan tersebut, termasuk manfaatnya bagi calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan. Ia juga menyinggung besaran anggaran yang digunakan untuk kegiatan tersebut sehingga memicu diskusi di kalangan warganet mengenai urgensi pelatihan firewalk.
Sorotan serupa disampaikan Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar. Ia menilai metode pelatihan tersebut tidak berkaitan dengan kompetensi yang dibutuhkan pegawai BPJS Ketenagakerjaan dan justru berpotensi menimbulkan risiko bagi peserta.
“Pelatihan berjalan di atas api bagi calon pekerja BPJS Ketenagakerjaan sangat tidak tepat dan harus disesalkan. Saya tidak melihat adanya urgensi kegiatan tersebut dalam menunjang pekerjaan mereka di BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Timboel, Jumat (31/7).
Menurutnya, pelatihan semacam itu berisiko terhadap keselamatan peserta dan tidak memberikan manfaat yang jelas dalam mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan.
Hingga video tersebut ramai diperbincangkan, belum ada keterangan resmi dari BPJS Ketenagakerjaan terkait dugaan pelatihan yang viral di media sosial tersebut.