Sabtu, Agustus 1, 2026

Viral Mal Dipagari Besi Tinggi, Ramai Dikaitkan Isu Kerusuhan-Penjarahan!

Pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya belakangan menjadi sorotan publik. Foto dan video yang beredar di media sosial memicu beragam spekulasi, mulai dari dugaan kondisi ekonomi yang memburuk hingga antisipasi terhadap potensi aksi unjuk rasa dan penjarahan.

Fenomena tersebut terlihat di sejumlah mal di bawah naungan Pakuwon Group, seperti Pakuwon Mall Surabaya, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall. Pagar besi berwarna hijau dengan tinggi sekitar 2,5 meter tampak dipasang di area luar pusat perbelanjaan, sehingga memunculkan berbagai asumsi dari warganet.

Sejumlah komentar di media sosial bahkan mengaitkan pemasangan pagar dengan kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan besar maupun penjarahan akibat kondisi ekonomi. Narasi tersebut kemudian ramai diperbincangkan dan menyebar di berbagai platform digital.

Menanggapi spekulasi tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menegaskan pemasangan pagar tidak berkaitan dengan ancaman kerusuhan. Menurutnya, pagar dipasang untuk menata akses keluar-masuk pengunjung sekaligus memperkuat sistem keamanan di area pusat perbelanjaan.

“Tujuan utamanya adalah untuk lebih menertibkan akses keluar masuk,” ujar Alphonzus.

Ia menjelaskan, penggunaan pagar bukan hal baru karena sejumlah pusat perbelanjaan telah menerapkannya sejak mulai beroperasi. Selain mengatur akses, pagar juga berfungsi sebagai perimeter keamanan, terutama bagi mal yang berada di sekitar lokasi yang kerap menjadi titik aksi demonstrasi.

Pakuwon Group juga membantah anggapan bahwa pemasangan pagar menjadi sinyal melemahnya bisnis ritel. Manajemen menyatakan kondisi perusahaan justru mencatat kinerja positif pada semester pertama 2026 dan menegaskan pemasangan pagar merupakan bagian dari penataan fasilitas, bukan karena kekhawatiran terhadap situasi ekonomi maupun keamanan.

Di tengah ramainya spekulasi tersebut, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta publik dan media melakukan pengecekan fakta sebelum mengaitkan pemasangan pagar dengan potensi kerusuhan.

“Kita doakan bangsa kita aman. Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan sebaiknya diklarifikasi juga,” kata Hasan usai menghadiri agenda Presidential Briefing Kadin Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jumat (31/7).

Hasan menilai kondisi nasional saat ini tetap kondusif. Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan tidak mudah terpancing narasi yang dapat menimbulkan keresahan tanpa didukung fakta yang jelas.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.