Sebanyak 707 siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (31/7/2026). Ratusan orang dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing sehingga mendapat penanganan dari petugas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Muhammad Abdul Hakam, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Menurutnya, sampel makanan telah diambil dan dikirim ke laboratorium guna mengetahui apakah keluhan yang dialami para siswa dan guru berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.
“Masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Jadi, penyebabnya belum bisa dipastikan,” kata Hakam.
Pemerintah Kota Semarang bersama pihak sekolah dan instansi terkait terus melakukan pendataan terhadap para siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan. Selain itu, pemantauan kondisi korban juga terus dilakukan untuk memastikan seluruhnya mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program nasional. Meski demikian, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil uji laboratorium keluar. Hingga saat ini, investigasi masih berlangsung untuk memastikan sumber dugaan keracunan tersebut.