Senin, Agustus 3, 2026

Media Korsel Soroti Pernyataan Prabowo soal Diminta Jadi Penengah Dialog dengan Korea Utara

Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang mengaku diminta Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk membantu membuka dialog dengan Korea Utara menarik perhatian media internasional.

Media Korea Selatan, Yonhap News, bahkan secara khusus mengulas pernyataan tersebut dan membahas peluang Indonesia berperan sebagai penengah dalam upaya meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

Dalam salah satu tayangan Yonhap News, Profesor Bong Young-shik dari Yonsei University dihadirkan untuk menganalisis kemungkinan kunjungan Prabowo ke Korea Utara serta dampaknya terhadap hubungan antara Seoul dan Pyongyang.

Menurut Bong Young-shik, peluang Korea Utara menerima inisiatif dialog melalui pihak ketiga, termasuk Indonesia, masih tergolong kecil. Ia menilai keputusan Pyongyang untuk membuka ruang dialog lebih ditentukan oleh kepentingan strategis dan kondisi politik yang berkembang di kawasan.

Meski demikian, ia menilai kehadiran negara seperti Indonesia sebagai pihak penengah tetap memiliki nilai diplomatik karena menunjukkan adanya dukungan internasional terhadap upaya perdamaian, meskipun belum tentu mampu mengubah sikap Korea Utara dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan bahwa permintaan tersebut disampaikan Presiden Lee Jae Myung saat dirinya berkunjung ke Seoul pada April lalu. Prabowo menyatakan siap berangkat ke Korea Utara apabila ada permintaan resmi untuk membantu membuka jalur komunikasi antara kedua negara.

Pernyataan itu pun menjadi sorotan di Korea Selatan karena dinilai menunjukkan potensi peran Indonesia dalam diplomasi regional, di tengah hubungan Seoul dan Pyongyang yang masih diwarnai ketegangan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.