Rabu, Agustus 26, 2026

Ironis! “Ayo Maju-Maju, Pak!” Siswa Tantang Kepala Dinas Menyeberangi Sungai Menuju Sekolah

Kedatangan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), justru mendapat sambutan tak biasa dari para siswa. Anak-anak SDN Oelbāf diduga berada di Desa Tasifeto/Aplal, Kecamatan Mutis, menyambut sang pejabat dengan yel-yel “Ayo maju-maju!” sambil menyemangatinya untuk ikut menyeberangi sungai.

Bagi para siswa, menyeberangi sungai bukanlah pengalaman luar biasa yang hanya terjadi saat pejabat berkunjung. Akses tersebut merupakan bagian dari keseharian mereka untuk menuju sekolah. Jalan yang sulit dan harus melewati sungai menjadi gambaran bagaimana perjuangan mereka mendapatkan pendidikan.

Karena itu, ketika kepala dinas datang, anak-anak seolah mendapatkan kesempatan langka untuk membalik keadaan. Selama ini mereka yang diminta terus maju melewati berbagai kesulitan. Kali ini, sang pejabat yang mereka minta maju dan menyeberang. Yel-yel yang terdengar ceria itu pun terasa seperti sindiran polos dari anak-anak yang sudah terlalu akrab dengan sulitnya akses pendidikan.

Tak ada orasi panjang atau spanduk berisi tuntutan. Cukup anak-anak berseragam berdiri di sekitar sungai, bersorak, dan menyemangati kepala dinas. Pesannya justru terasa lebih kuat: sebelum bicara tentang pemerataan pendidikan, mungkin pejabat perlu merasakan sendiri bagaimana rasanya melewati akses yang setiap hari harus ditaklukkan para siswa.

Momen tersebut menjadi potret ironis pendidikan di pelosok. Anak-anak tetap bersemangat belajar meski jalannya tidak mudah. Dan ketika pejabat akhirnya datang, mereka tidak meminta pidato—mereka hanya mengajak, “Ayo maju-maju, Pak!” Sebuah yel-yel sederhana yang terdengar seperti candaan, tetapi sekaligus tamparan keras tentang akses pendidikan yang masih jauh dari kata mudah.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.