BLORA – Dugaan keracunan yang menimpa siswa SMAN 1 Tunjungan mendapat perhatian serius dari Pemkab Blora. Bupati Blora Arief Rohman menjenguk sembilan siswa yang masih menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soetijono Blora dan Klinik Citra Mulia Tunjungan, Kamis (10/9/2026).
“Tadi kami mengunjungi RSUD Blora. Di sana masih terdapat sekitar tujuh siswa SMA Negeri 1 Tunjungan yang sedang menjalani proses perawatan. Sementara itu, terdapat dua siswa yang dirawat di Klinik Citra Mulia. Jadi, total ada sembilan siswa yang kami kunjungi,” ungkap Arief.
Pemkab Blora telah mengambil sampel makanan dari SPPG yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut untuk diuji di laboratorium Semarang. Tim Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat juga dijadwalkan turun ke Blora untuk melakukan investigasi.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menyebabkan keracunan. Sampel makanan tersebut sudah kami kirim ke laboratorium di Semarang untuk diuji lebih lanjut,” jelasnya.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan, operasional SPPG tersebut dihentikan sementara sejak Rabu.
“Kami telah merekomendasikan agar operasional SPPG tersebut ditutup. Penutupan sementara sudah dilakukan sejak hari Rabu kemarin,” tegas Arief.
Arief meminta seluruh SPPG memperketat pengawasan kualitas dan keamanan pangan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Semoga para siswa yang masih menjalani perawatan segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala,” pungkasnya.