BLORA – Data DESIL yang menjadi rujukan kondisi sosial ekonomi masyarakat Blora ternyata masih menggunakan kondisi 2022. Padahal, memasuki 2026, kondisi warga telah banyak berubah sehingga data dinilai perlu diperbarui secara menyeluruh.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said saat bertemu Bupati Blora Arief Rohman di Kantor Bupati Blora, Kamis (10/9/2026).
“DESIL yang saat ini rujukannya masih kondisi tahun 2022 dan sekarang sudah 2026 banyak perubahan kondisi di masyarakat yang tentu itu mempengaruhi informasi pada data itu sendiri, sehingga perlu pemutakhiran data secara menyeluruh,” jelas Ali.
Menurutnya, perubahan DESIL tidak hanya dipengaruhi kondisi satu individu, tetapi juga seluruh anggota keluarga. Karena itu, pembaruan membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, desa, dan masyarakat.
Bupati Arief mengatakan warga yang merasa status DESIL-nya tidak sesuai dapat menyampaikan laporan melalui Dinas Sosial atau langsung ke BPS Blora.
“BPS sangat menerima masukan atas status DESIL yang ada. Bisa dilaporkan melalui Dinsos atau langsung ke BPS Blora,” terang Arief.
Selain membahas DESIL, BPS mencatat ekonomi Blora pada Triwulan II 2026 tumbuh 2,67 persen secara tahunan. Namun, secara triwulanan ekonomi Blora mengalami kontraksi 3,97 persen.
Arief berharap pemutakhiran data dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Blora.