Aksi protes terhadap pemadaman listrik berulang di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memuncak pada Jumat (30/10/2026). Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Jilid VII melemparkan sekitar 4.000 bangkai ayam ke halaman Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani.
Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat, khususnya para peternak ayam, yang mengaku mengalami kerugian besar akibat pemadaman listrik bergilir. Bangkai ayam yang dibawa massa bahkan menimbulkan bau busuk menyengat di lingkungan kantor PLN.
Salah seorang peternak, Satrio (35), mengungkapkan bahwa pemadaman listrik menyebabkan sistem sirkulasi udara di kandang ayam tidak berfungsi. Kondisi tersebut membuat ribuan ayam mati karena kepanasan. Ia mengaku sekitar 7.000 ekor ayam miliknya yang baru berusia 16 hari mati akibat gangguan listrik tersebut. Kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Juru bicara Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Jilid VII, Fiteli Waruwu, menyebut aksi tersebut merupakan gelombang protes ketujuh karena persoalan pemadaman listrik belum juga terselesaikan. Massa mendesak PLN menghentikan pemadaman bergilir, memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan listrik, serta menyelesaikan persoalan kerugian yang dialami masyarakat.
Selain itu, demonstran juga mendesak pencopotan General Manager PLN UID Kalselteng beserta jajaran manajemen PLN UP3 Palangka Raya. Mereka mengancam akan kembali menggelar aksi apabila pemadaman listrik masih terus terjadi tanpa penyelesaian yang jelas. Hingga aksi berlangsung, belum ada penjelasan resmi dari pihak PLN UP3 Palangka Raya terkait tuntutan tersebut.